Dosen UMKU Berdayakan Ibu Cegah Stunting melalui Inovasi Es Lilin Yoghurt Parijoto

Foto bersama tim dosen UMKU bersama ibu-ibu saat memberikan edukasi pencegahan stunting sekaligus pelatihan pembuatan makanan bergizi berbasis pangan lokal, yaitu es lilin yogurt parijoto. (dok. UMKU)

KUDUS — Tim dosen dari Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) yang terdiri dari Dr. Indanah, M.Kep., Ns., Sp.Kep.An., Purbowati, S.Gz., M.Gz., dan Septiani, S.Pd., M.Gz. ikut berupaya mendukung penurunan angka stunting di wilayah Kabupaten Kudus.

Melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bertema “Pemberdayaan Ibu dalam Pencegahan Stunting melalui Inovasi Snack Balita Berbasis Pangan Lokal Kabupaten Kudus”, tim dosen UMKU mengajak ibu-ibu anggota Pimpinan Cabang Nasyiatul ‘Aisyiyah di Kecamatan Kota, Kudus, berpartisipasi menjaga gizi anak-anak agar tidak stunting.

Dalam kegiatan yang berlangsung di Masjid Baitul Haq Singocandi pada Jumat (19/6/2026) tersebut, ada 20 peserta yang ikut serta. Tim dosen UMKU memberikan edukasi pencegahan stunting sekaligus pelatihan pembuatan makanan selingan bergizi berbasis pangan lokal, yaitu es lilin yoghurt parijoto.

Ketua Tim Pengabdian, Purbowati, S.Gz., M.Gz. mengungkapkan, pencegahan stunting tidak hanya berfokus pada pemberian makanan bergizi, tetapi juga memerlukan peningkatan pengetahuan dan keterampilan ibu dalam memilih, mengolah, serta memanfaatkan pangan lokal yang tersedia di lingkungan sekitar.

“Kabupaten Kudus memiliki potensi pangan lokal yang sangat baik, salah satunya buah parijoto,” ujar Purbo.

“Melalui kegiatan ini kami ingin memperkenalkan inovasi olahan yang mudah dibuat, bernilai gizi, dan disukai anak-anak, sehingga dapat menjadi alternatif makanan selingan sehat dalam upaya pencegahan stunting,” terangnya.

Ia melanjutkan, buah parijoto dipilih karena merupakan tanaman khas lereng Pegunungan Muria yang memiliki kandungan senyawa bioaktif seperti antioksidan, vitamin, dan mineral.

Dalam kegiatan ini, buah parijoto diolah menjadi yoghurt yang kaya probiotik, kemudian dikreasikan menjadi es lilin dengan cita rasa yang segar dan tekstur yang disukai balita.

Inovasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan konsumsi pangan bergizi sekaligus memperkenalkan potensi pangan lokal kepada masyarakat.

Selama kegiatan berlangsung, peserta memperoleh materi mengenai penyebab dan dampak stunting jangka pendek dan jangka panjang, serta praktik pembuatan es lilin yoghurt parijoto mulai dari pemilihan bahan, proses pengolahan, hingga teknik pengemasan yang higienis dan aman dikonsumsi.

“Kami berharap, seluruh peserta mampu mempraktikkannya kembali di rumah maupun mengembangkannya sebagai produk pangan rumahan yang bernilai ekonomis,” harap Purbo.

Di sisi lain, dosen UMKU Dr. Indanah, M.Kep., Ns., Sp.Kep.An. mengungkapkan, kegiatan pengabdian ini menjadi bagian dari komitmen UMKU dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada penyelesaian permasalahan kesehatan berbasis potensi lokal.

“Kami berharap para ibu yang tergabung dalam Nasyiatul Aisyiyah dapat menjadi agen perubahan di tengah masyarakat,” katanya.

“Pengetahuan yang diperoleh kali ini diharapkan dapat diteruskan kepada keluarga dan lingkungan sekitar sehingga upaya pencegahan stunting dapat dilakukan secara berkelanjutan,” imbuh Indanah.

Melalui sinergi antara perguruan tinggi dan organisasi masyarakat, kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pemenuhan gizi balita sekaligus mendorong pemanfaatan pangan lokal Kabupaten Kudus sebagai sumber pangan fungsional yang sehat, bergizi, dan inovatif.