KUDUS — Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) menyelenggarakan Seminar Nasional bertajuk “Perawatan Luka Modern di Layanan Primer dan Home Care: Strategi Aman, Efektif, dan Hemat Biaya” pada Selasa (26/7/2026).
Diselenggarakan secara hybrid lewat Zoom dan luring di ruang Serbaguna 2 UMKU, Seminar Nasional ini diikuti oleh sekitar 170 peserta. Terdiri atas 56 orang mahasiswa S1 Keperawatan dan Profesi Ners UMKU yang datang langsung, serta 120-an peserta lain yang ikut lewat Zoom.
Adapun narasumber dalam kegiatan ini adalah seorang praktisi dari RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus, Ns. Ulin Ni’am, S.Kep., M.Kep. yang membahas tentang konsep dasar Wound Bed Preparation (WBP), penggunaan modern dressing dalam perawatan luka berdasarkan luka, hingga implementasi WBP dalam layanan primer dan home care.
Kemudian ada pula Dewi Hartinah, S.Kep., Ners., Msi.Biomed, M.Kep. yang membahas tentang pertimbangan cost-effectiveness dalam perawatan luka di layanan primer dan home care, keamanan mandiri (self-safety) dalam praktik perawatan luka home care, hingga strategi yang dapat dilakukan.
Rektor UMKU, Dr. Edy Soesanto, S.Kp., M.Kes. membuka langsung kegiatan ini. Dalam sambutannya, Rektor menilai bahwa seminar tentang perawatan luka modern di layanan primer dan home care sangat bagus karena banyak dibutuhkan di masa depan.
Pihaknya mencontohkan, perawatan lebih lanjut pasien dengan penyakit katastropik setelah keluar dari Rumah Sakit (RS) sangat membutuhkan perawat dengan layanan home care. Termasuk dalam merawat lansia, kebutuhan tenaga kesehatan geriatri makin tinggi.
“Jadi momentum seminar ini pas sekali, salah satunya home care sangat dibutuhkan masyarakat di masa depan,” tegas Dr. Edy.
Lebih lanjut Rektor mengungkapkan, dengan keluarnya Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) nomor 6 tahun 2026 tentang Rumah Sakit, pelayanan keperawatan di layanan kesehatan mengalami trasformasi luar biasa.
Setiap tenaga kesehatan khususnya perawat, perlu memiliki kompetensi khusus. Misalnya di RS dengan predikat Unggul atau Paripurna, membutuhkan perawat dengan kompetensi tambahan.
Untuk itu, Dr. Edy mengingatkan seluruh mahasiswa untuk memanfaatkan kesempatan belajar tentang perawatan luka modern hingga homecare dengan sebaik-baiknya. Sebab melalui seminar ini, mahasiswa memiliki bekal guna meningkatkan kompetensinya.
“Dengan memiliki kompetisi khusus, peluang praktik mandiri luas sekali. Jika ingin membuka layanan home care, kompetensi tentang perawatan luka dikuatkan. Kalau mau di RS dan memilih ICU atau Gawat Darurat dan lainnya, kompetensi diarahkan ke sana,” imbau Rektor.
Melalui seminar nasional kali ini, Dr. Edy berharap seluruh peserta dapat meningkatkan kompetensinya. Mahasiswa memiliki bekal lebih sebelum terjun ke dunia karier. (NR)