KUDUS — Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) kembali menunjukkan kontribusinya dalam mendukung program strategis pemerintah di bidang penguatan koperasi.
Salah satu dosen UMKU sekaligus Manajer Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) UMKU, Agung Prihandono, S.Kom., M.Cs., dipercaya menjadi fasilitator pada Pelatihan SPPI Manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang diselenggarakan oleh Kementerian Koperasi Republik Indonesia.
Adapun peserta pelatihan merupakan Siswa Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang dipersiapkan untuk mengemban peran sebagai Manajer KDKMP di berbagai daerah.
Pelatihan yang berlangsung pada 17–27 Juli 2026 tersebut dilaksanakan secara serentak di berbagai wilayah Indonesia sebagai bagian dari upaya pemerintah menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten dalam mengelola KDKMP.
Khusus di Pusat Pendidikan Penerbangan Angkatan Darat (Pusdikpenerbad), pelatihan diikuti sekitar 313 peserta.
Dalam penugasan tersebut, Agung Prihandono mendapat amanah untuk mengampu Modul I: Filosofi dan Regulasi Koperasi serta Modul II: Kelembagaan dan Tata Kelola Koperasi, dari total dua belas modul yang disusun dalam kurikulum pelatihan.
Kedua modul tersebut menjadi fondasi penting bagi peserta untuk memahami jati diri koperasi, landasan hukum, tata kelola kelembagaan, serta prinsip-prinsip pengelolaan koperasi yang profesional, transparan, dan akuntabel.
Pada upacara pembukaan, Anggota Tenaga Ahli Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi pada Kementerian Koperasi RI sekaligus Liaison Officer (LO) Pusat, Anton Ragil Susilo, mengajak seluruh peserta untuk mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dengan disiplin dan penuh tanggung jawab.
Ia menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian penting dalam mempersiapkan calon manajer yang akan menjadi penggerak pengelolaan KDKMP di berbagai wilayah Indonesia.
Selama proses pembelajaran, peserta tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai filosofi dan regulasi koperasi, tetapi juga diajak mendiskusikan berbagai studi kasus terkait tata kelola kelembagaan, kepemimpinan, dan pengelolaan organisasi koperasi.
Pendekatan tersebut diharapkan mampu membekali peserta dengan kompetensi yang aplikatif ketika nantinya menjalankan tugas sebagai Manajer KDKMP.
Menurut Agung Prihandono, keterlibatannya sebagai fasilitator pada program nasional ini merupakan sebuah amanah sekaligus kesempatan untuk berkontribusi dalam penguatan kapasitas sumber daya manusia koperasi Indonesia.
“Koperasi tidak hanya dipahami sebagai badan usaha, tetapi juga sebagai gerakan ekonomi yang berlandaskan nilai kebersamaan, gotong royong, dan pemberdayaan masyarakat,” katanya.
“Melalui pelatihan ini, kami berharap para calon Manajer KDKMP memiliki pemahaman yang utuh mengenai filosofi, regulasi, serta tata kelola koperasi sehingga mampu mengimplementasikannya secara profesional ketika bertugas di daerah masing-masing,” imbuh Agung melanjutkan.
Kepercayaan yang diberikan kepada dosen UMKU sebagai fasilitator pada pelatihan berskala nasional ini menjadi bukti bahwa kompetensi akademisi UMKU mendapat pengakuan dalam mendukung program strategis pemerintah.
Keterlibatan tersebut sekaligus mencerminkan komitmen UMKU dalam mengimplementasikan tridarma perguruan tinggi melalui kontribusi keilmuan, pengembangan sumber daya manusia, serta penguatan jejaring kolaborasi dengan kementerian, lembaga profesi, dan berbagai pemangku kepentingan untuk mendukung kemajuan koperasi Indonesia. (NR)