KUDUS — Pengajian rutin kembali hadir di Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) pada Senin (3/8/2026) pagi. Diikuti oleh seluruh dosen dan pegawai UMKU, pengajian kali ini mengusung tema “Internalisasi Matan Keyakinan dan Cita-cita Hidup (MKCH) Muhammadiyah sebagai Landasan Penguatan Budaya Akademik Islami di Perguruan Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA)”.
Kegiatan ini dimoderatori oleh Dosen AIK UMKU, Toni Ardi Rafsanjani S.Pd. M.Pd.I dan dibuka langsung oleh Wakil Rektor I UMKU, Dr. Sukarmin, M.Kep., Ns., Sp.Kep.MB. sekaligus menyampaikan sambutannya.
Sementara untuk narasumber pengajian, UMKU menggandeng Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan Guru Besar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof. Dr. Ustadi Hamzah, L.C. M.Ag.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Ustadi menjelaskan tentang MKCH Muhammadiyah. Pihaknya menjelaskan bahwa Muhammadiyah adalah gerakan Islam dan Dakwah Amar Ma’ruf Nahi Munkar, beraqidah Islam, bersumber pada Al-Qur’an dan Sunnah.
“Muhammadiyah bercita-cita dan bekerja untuk terwujudnya masyarakat utama, adil, makmur yang diridhai Allah SWT, untuk melaksanakan fungsi dan misi manusaia sebagai hamba dan khalifah Allah di muka bumi,” ungkapnya di depan dosen hingga pegawai UMKU yang memenuhi ruang Serbaguna 1 pagi ini.
Dalam perjuangan melaksanakan usahanya menuju terwujudnya cita-cita tersebut, Muhammadiyah mendasarkan segala gerak dan amal usahanya atas prinsip-prinsip yang tersimpul dalam Muqaddimah Anggaran Dasar.
“Salah satunya, melancarkan amal usaha dan perjuangan dengan ketertiban organisasi,” ujar Prof. Ustadi.
Ia melanjutkan, bagaimanapun cara perjuangan Muhammadiyah dalam mencapai tujuan, harus berpegang teguh akan ajaran Allah dan Rasul-Nya, bergerak membangun di segenap bidang dan lapangan dengan menggunakan cara serta menempuh jalan yang diridhai Allah.
Kemudian untuk membangun budaya mutu akademik dan layanan prima dengan penerapan MKCH, dosen-pegawai UMKU bisa melaksanakan muamalat duniawiyah (pengolahan dunia dan pembinaan masyarakat) dengan berdasarkan ajaran agama serta menjadi semua kegiatan sebagai ibadah kepada Allah.
“Jadikan semua kegiatan di bidang ini sebagai ibadah kepada Allah, baik saat mengajar maupun mengerjakan setiap tugas,” tegasnya.
Akhirnya, pengajian ditutup dengan doa bersama. Selanjutnya, dosen hingga pegawai UMKU melanjutkan kegiatan masing-masing. (NR)