UMKU Gelar Seleksi Beasiswa KIP-K 2026, Ratusan Peserta Ikuti Seleksi Wawancara

Proses seleksi wawancara program beasiswa KIP-K UMKU tahun 2026. (dok. Humas-Admisi)

KUDUS — Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) melaksanakan sosialisasi hingga seleksi wawancara bagi calon mahasiswa baru yang mendaftar melalui program beasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) tahun akademik 2026/2027 pada Kamis (6/8/2026).

Berpusat di gedung Crystal Building UMKU, proses seleksi ini diikuti lebih dari seratus calon mahasiswa dengan didampingi orang tua.

Program studi (prodi) yang dipilih setiap pendaftar pun berbeda, ada yang memilih sektor kesehatan dan ada pula yang memilih non-kesehatan, sesuai prodi UMKU yang membuka program beasiswa KIP-K 2026.

Adapun proses seleksi dimulai dengan pengecekan berkas persyaratan. Setelah dipastikan lengkap, setiap pendaftar bersama orang tuanya mengikuti sesi wawancara dengan Kaprodi maupun unsur pimpinan UMKU. Untuk pengumuman hasilnya, akan disampaikan lebih lanjut oleh panitia program beasiswa KIP-K UMKU.

Wakil Rektor III sekaligus Ketua Panitia Program Beasiswa KIP-K UMKU, Dr. Rizka Himawan, S.Psi., M.Psi. mengungkapkan, proses seleksi kali ini mayoritas dilaksanakan secara tatap muka di gedung Crystal Building UMKU.

Namun UMKU juga memberikan kesempatan bagi beberapa pendaftar untuk mengikuti proses seleksi secara daring karena terhalang jarak yang jauh.

Dengan memberikan kesempatan tersebut, UMKU membuka peluang bagi setiap anak bangsa untuk tetap bisa menuntut ilmu di tingkat perguruan tinggi.

“Siapapun punya kesempatan untuk bisa kuliah. Kami memberi semuanya kesempatan, UMKU selalu hadir untuk masyarakat,” ujar Rizka dalam sambutannya.

Lebih lanjut, ia pun berterima kasih karena sebagian pendaftar dari luar kota seperti Magelang hingga Yogyakarta yang mau datang langsung ke UMKU untuk mengikuti proses seleksi beasiswa KIP-K.

Melalui rangkaian sosialisi hingga seleksi wawancara, UMKU ingin menjelaskan secara detail tentang program KIP-K. UMKU juga harus mengetahui bagaimana kondisi sebenarnya keluarga setiap pendaftar agar bisa menilai lolos atau tidaknya menjadi penerima beasiswa KIP-K.

“KIP-K merupakan program negara, menggunakan uang negara, jadi kami harus berhati-hati melaksanakan program ini di UMKU,” tegas Rizka.

Untuk itu Rizka berpesan, ketika nanti dipastikan lolos sebagai penerima beasiswa KIP-K, setiap mahasiswa harus berkomitmen menyelesaikan studi selama 4 tahun atau 8 semester dan mematuhi setiap peraturan.

Orang tua juga diharapkan selalu mendukung dan ikut memantau agar anaknya bisa lulus kuliah tepat waktu.

“Tugas kami (UMKU) adalah memberikan kesempatan kepada setiap anak bangsa untuk bisa belajar di perguruan tinggi dan menggapai cita-citanya,” kata Rizka.

“Jika sudah masuk sebagai penerima beasiswa KIP-K, kami berharap bisa lulus tepat waktu dan tidak berhenti di tengah jalan,” harapnya.

Sebagai informasi, dalam momentum Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) tahun akademik 2026/2027, UMKU membuka 10 pilihan prodi untuk program beasiswa KIP-K.

Untuk sektor kesehatan, terdiri atas prodi S1 Gizi dan S1 Administrasi Rumah Sakit (ARS).

Sedangkan untuk sektor non-kesehatan, meliputi S1 Teknik Industri, S1 Sistem Informasi, S1 Ilmu Komputer, S1 Ekonomi Syariah, S1 Akuntansi, S1 Hukum, S1 Bisnis Digital, dan S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD). (Humas UMKU/NR)