KUDUS — Tim dosen dari Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dengan mengedukasi ibu-ibu anggota Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah di Desa Peganjaran, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus tentang kesehatan pada Jumat (10/7/2026).
Melalui edukasi bertajuk GASPOL (Gaya Hidup Sehat Pol-Polan) ini, tim dosen UMKU yang terdiri atas Ns. Noor Eswanti, M.Kep., Ns. Novi Tiara, M.Kep., dan Purbowati, S.Gz., M.Gz., berupaya meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pencegahan diabetes melitus.
Ketua tim PKM, Purbowati, S.Gz., M.Gz. mengungkapkan, dalam kegiatan ini tim dosen UMKU memaparkan materi mengenai pengertian diabetes melitus, faktor risiko, tanda dan gejala, komplikasi, serta pentingnya deteksi dini.
Termasuk langkah-langkah pencegahan diabetes melitus melalui pola makan sehat, aktivitas fisik teratur, menjaga berat badan ideal, dan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Ia menyampaikan, kegiatan ini diawali dengan registrasi peserta, pengisian kuesioner untuk mengetahui tingkat pengetahuan awal mengenai diabetes melitus, kemudian dilanjutkan dengan skrining kadar gula darah sebagai upaya deteksi dini faktor risiko diabetes melitus pada peserta.
“Setelah skrining, peserta mengikuti penyuluhan kesehatan yang dikemas secara interaktif melalui presentasi, diskusi, sesi tanya jawab, dan pembagian media edukasi sehingga materi yang disampaikan lebih mudah dipahami dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” terangnya.
Selama kegiatan berlangsung, Purbo mengungkapkan, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi.
Hal tersebut terlihat dari keaktifan peserta dalam mengikuti skrining, mengajukan pertanyaan, serta berdiskusi mengenai pola hidup sehat dan pencegahan diabetes melitus.
Kegiatan ini tidak hanya memberikan informasi mengenai penyakit diabetes, tetapi juga mendorong peserta untuk mengetahui kondisi kesehatan mereka melalui pemeriksaan gula darah sehingga dapat melakukan tindakan pencegahan maupun pemeriksaan lanjutan apabila diperlukan.
“Melalui program GASPOL, diharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya menerapkan gaya hidup sehat dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala sebagai langkah preventif untuk mencegah diabetes melitus,” harapnya.
Sinergi antara edukasi kesehatan dan skrining dini ini juga diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat, memperkuat perilaku hidup sehat, serta mendukung upaya promotif dan preventif dalam menekan peningkatan kasus diabetes melitus di Kabupaten Kudus. (NR)