KUDUS — Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) ikut serta mengirimkan delegasi dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah ‘Aisyiyah (KKNMAs) 2026 yang berpusat di Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur.
Adapun delegasi dari UMKU terdiri dari 5 orang mahasiswa dari program studi (prodi) S1 Akuntansi, S1 Bisnis Digital, D4 Teknologi Laboratorium Medis, S1 Keperawatan, dan S1 Farmasi serta 2 Dosen Pendamping Lapangan (DPL).
Para mahasiswa yang mengikuti program ini terdiri atas Dwi Maharani, Taska Najwa Kirana, Anisa Luthfia, Aulia Rizqy Maurida, dan Nurul Faela Sofa. Kemudian ada Diana Tri Lestari, M.Kep. dan Yayuk Mundriyastutik, S.T, M.T. sebagai DPL.
Mahasiswa maupun dosen UMKU yang mengikuti program KKNMAs 2026 ini pun telah berangkat pada Senin (27/7/2026).
Yayuk Mundriyastutik menjelaskan, KKNMAs merupakan program KKN yang melibatkan mahasiswa dari Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA) di Indonesia.
“KKNMAs berlangsung dari tanggal 29 Juli sampai dengan 31 Agustus 2026. Lokasi KKN di Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur dengan tuan rumah Universitas Muhammadiyah Malang (UMM),” ungkap Yayuk dalam keterangan tertulisnya pada Rabu (29/7/2026).
Sesampainya di UMM, delegasi UMKU mengikuti upacara pelepasan pada Selasa (28/7/2026). Upacara itu pun diikuti oleh seluruh mahasiswa peserta KKNMAs, DPL, hingga Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UMKU.
Yayuk menilai, KKNMAs merupakan momentum yang berharga karena menjadi sarana mempererat koloborasi sesama PTMA di Indonesia.
“KKNMAs merupakan momentum yang berharga untuk mempererat kolaborasi sesama PTMA di Indonesia,” katanya.
Ia melanjutkan, melalui program KKNMAs ini, mahasiswa UMKU diharapkan dapat pulang dengan membawa bekal soft skills yang lebih matang. Seperti kemampuan leadership, kerja sama tim, dan kepekaan sosial yang tinggi.
Termasuk dapat membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dan mempererat jejaring antarmahasiswa PTMA di seluruh Indonesia.
“Harapan kami, setelah mengikuti KKNMAs ini, mahasiswa tidak hanya sekadar menyelesaikan tugas, tetapi benar-benar menjadi agen perubahan yang solutif bagi persoalan di daerah,” tandasnya. (NR)