KUDUS — Perkumpulan Lembaga Sertifikasi Profesi Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PLSP PTMA) bersama Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Talenta Wirausaha Nusantara (TWN) membangun sinergi kelembagaan dalam mendukung pelaksanaan Uji Kompetensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) skema Manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), sebagai bagian dari program strategis Kementerian Koperasi Republik Indonesia.
Kolaborasi tersebut berawal dari kebutuhan pelaksanaan sertifikasi kompetensi Manajer KDKMP yang dilaksanakan secara serentak di berbagai wilayah Indonesia.
Sebagai Lembaga Sertifikasi Profesi yang mendapat kepercayaan dari Kementerian Koperasi untuk melaksanakan uji kompetensi, LSP TWN memerlukan dukungan asesor kompetensi yang memiliki sertifikasi sesuai skema dan tersebar di berbagai daerah.
Di sisi lain, PLSP PTMA memiliki jejaring LSP P1 di Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) di seluruh Indonesia yang didukung oleh asesor kompetensi dengan latar belakang dan pengalaman yang beragam.
Berangkat dari kebutuhan tersebut, kedua lembaga sepakat membangun mekanisme kerja sama yang memungkinkan asesor dari lingkungan PTMA diberdayakan dalam pelaksanaan sertifikasi nasional secara terkoordinasi.
Sinergi ini tidak hanya menjadi solusi atas kebutuhan asesor dalam jumlah besar, tetapi juga menjadi model kolaborasi antarlembaga sertifikasi profesi yang saling memperkuat kapasitas masing-masing.
Melalui mekanisme tersebut, distribusi asesor dapat dilakukan secara lebih efektif dengan mempertimbangkan kompetensi, domisili, serta kebutuhan pada masing-masing Tempat Uji Kompetensi (TUK).
Sebagai tindak lanjut kerja sama tersebut, PLSP PTMA memberikan amanah kepada Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) sebagai bagian dari Tim Person in Charge (PIC) Teknis kerja sama, yang diwakili oleh Ahmad Nur Syafiq, M.Pd. selaku Ketua LSP UMKU bersama Agung Prihandono, S.Kom., M.Cs., selaku Manajer Sertifikasi LSP P1 UMKU.
Penunjukan tersebut menjadi bentuk kepercayaan kepada UMKU untuk membantu mengoordinasikan berbagai kebutuhan teknis selama proses pelaksanaan sertifikasi.
Tim PIC Teknis berperan sebagai penghubung antara PLSP PTMA, LSP TWN, dan asesor dari lingkungan PTMA.
Tugas yang dijalankan meliputi pemetaan asesor berdasarkan kompetensi dan domisili, fasilitasi komunikasi terkait penugasan, penyampaian informasi teknis pelaksanaan asesmen, hingga membantu penyamaan persepsi seluruh asesor sebelum pelaksanaan uji kompetensi.
Peran tersebut menjadi faktor penting dalam memastikan seluruh proses berjalan secara terstruktur, efektif, dan sesuai dengan standar pelaksanaan sertifikasi profesi BNSP.
Melalui koordinasi yang intensif, kebutuhan asesor di berbagai Tempat Uji Kompetensi (TUK) dapat dipenuhi secara optimal.
Selain mendukung kelancaran pelaksanaan program sertifikasi nasional, pola kolaborasi ini juga memperlihatkan kekuatan jejaring LSP di lingkungan PTMA dalam berkontribusi terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Kerja sama ini memberikan manfaat yang saling menguatkan bagi seluruh pihak. Bagi LSP TWN, dukungan asesor dari jejaring PTMA memperluas jangkauan pelaksanaan uji kompetensi secara nasional.
Sementara bagi LSP P1 di lingkungan PTMA, keterlibatan dalam program nasional menjadi sarana penguatan kapasitas asesor, perluasan jejaring profesional, sekaligus implementasi Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi melalui aktivitas dosen di luar kampus.
Melalui sinergi tersebut, UMKU tidak hanya berkontribusi melalui dosen-dosen yang terlibat sebagai asesor kompetensi, tetapi juga mengambil peran strategis dalam mendukung koordinasi kelembagaan pada program sertifikasi nasional.
“Kolaborasi antara PLSP PTMA dan LSP Talenta Wirausaha Nusantara diharapkan menjadi model kemitraan yang berkelanjutan antara perguruan tinggi, lembaga sertifikasi profesi, dan pemerintah dalam memperkuat ekosistem sertifikasi profesi serta menghasilkan sumber daya manusia yang kompeten dan berdaya saing,” harap Ketua LSP UMKU, Ahmad Nur Syafiq. (Humas UMKU)