KUDUS — Kecintaan Bai’atu Izza (24) pada dunia fashion mengantarkannya menjadi seorang wirausahawan muda pemilik brand I.W.A Style.
Mahasiswi S1 Keperawatan Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) tersebut telah memiliki bakat wirausaha sejak lama.
Sebelum menggeluti dunia busana, perempuan asal Kabupaten Jepara itu pernah membuka usaha nail art. Dari bisnis jasa kecantikan perawatan dan hiasan kuku itu, Izza mulai mengumpulkan modal untuk usaha berikutnya.
Mencari peluang dari bisnis konveksi milik orang tuanya, Izza mulai mengembangkan bisnis dengan merancang busana kekinian menggunakan kain tenun troso khas Kabupaten Jepara.
Dengan ide desain serta motif yang ia rancang sendiri, banyak yang menyukai produk dari I.W.A Style milik Izza. Memulai perjalanan pada tahun 2024, ia mulai bisnis fashion dengan modal hasil nail art.
“Awalnya modal sekitar 3 sampai 5 juta rupiah buat beli kain. Jahit sendiri sambil tanya-tanya Ibu,” cerita Izza tentang awal usahanya.
Ia mengaku, produk fashion miliknya memiliki tingkat kelembutan yang berbeda dari kain troso biasanya. Izza memastikan, bahan utama kain tenun troso yang dipakainya menggunakan kapas 100 persen.
Beberapa produk fashion yang dibuatnya berupa baju, selendang, syal, rok, hingga seragam.
Sejauh ini, produk I.W.A Style sudah dikirim ke banyak daerah. Banyak pesanan datang dari Kota Semarang Jawa Tengah, Kota Banyuwangi Jawa Timur, sampai dengan Kabupaten Pandeglang, Banten.
“Harga setiap produk bermacam-macam, makin sulit gambarnya, makin mahal. Tergantung kerumitan motifnya,” ungkap Izza.
Meski bisnis busananya makin terkenal, Izza tidak melupakan kuliahnya. Sebagai mahasiswa semester akhir, ia juga fokus menyelesaikan tugas akhirnya dan menyelesaikan magang di Rumah Sakit.
Untuk pesanan produk, ia dibantu 4 orang karyawan yang bertugas menyelesaikan semua pesanan tepat waktu.
Sebagai seseorang yang memiliki cita-cita sebagai perawat, hasil dari bisnisnya ini ditabung Izza untuk membeli alat-alat kesehatan guna membuka praktik keperawatan di masa depan.
“Setelah lulus inginnya lanjut Ners kemudian mengurus perizinan Surat Izin Praktik Perawat (SIPP) buat praktik keperawatan. Jadi di samping mengembangkan bisnis, juga mencicil alat keperawatan,” ungkapnya.
Terbaru, Bai’atu Izza mewakili UMKU dalam program Studentpreneur Bootcamp 2026 yang diselenggarakan oleh Muhammadiyah Center for Entrepreneurship and Business Incubator (MCEBI) dan berhasil menjadi Juara II kategori Bisnis Fashion.
Dari program tersebut, produk-produk yang diperkenalkan Izza banyak yang terjual dan ia mendapat banyak pesanan dari berbagai pihak. (NR)