KUDUS — Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) sukses melaksanakan Workshop Outcome-Based Education (OBE) di ruang Serbaguna 1 pada Selasa-Rabu (11-12) Agustus 2026.
Diikuti sekitar 140 tenaga pendidik atau dosen UMKU, kegiatan ini bertujuan untuk untuk merancang, menyusun, dan mengevaluasi kurikulum berbasis OBE.
Sebelum kegiatan dimulai, Rektor UMKU Dr. Edy Soesanto, S.Kp., M.Kes. memberikan arahannya. Kemudian selama pelaksaan workshop, dibimbing langsung oleh Wakil Rektor I UMKU bidang Akademik, Dr. Sukarmin, M.Kep., Ns., Sp.Kep.MB bersama Biro Administrasi Akademik UMKU.
Kepala Biro Administrasi Akademik UMKU, Ns. Noor Chandiq Kurniawan, S.Kep., M.Kep. menjelaskan, setiap kampus memiliki sistem akademik untuk membantu proses pembelajaran, termasuk dalam penerapan kurikulumnya.
Sebab itu, melalui Workshop OBE, setiap tenaga pendidik bisa menyelaraskan proses belajar dan penilaian dengan capaian akhir lulusan.
“Setiap prodi (program studi) bisa memasukkan setiap komponen ke dalam sistem OBE yang nantinya akan digunakan untuk membantu perkuliahan mahasiswa,” ungkap Chandiq, Jumat (14/8/2026).

Adapun komponen yang perlu dipenuhi setiap dosen di antaranya tentang profil lulusan, Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK), serta Asesmen & Evaluasi.
Dengan mengikuti Workshop OBE, tenaga pendidik UMKU bisa memahami konsep dasar pendidikan berorientasi hasil, menyusun profil lulusan serta CPL.
Selain itu, peserta Workshop juga mampun merancang Rencana Pembelajaran Semester (RPS) dan asesmen yang selaras, termasuk mempersiapkan standar mutu untuk akreditasi nasional maupun internasional.
“Melalui kurikulum berbasis OBE, perkuliahan di UMKU bisa lebih tertata, karena format RPS menjadi satu dalam sistem,” kata Chandiq.
“Hal itu pun mengintegrasikan dosen dengan prodi masing-masing, termasuk dengan Biro Akademik UMKU agar bisa saling berkoordinasi,” tegasnya.
Ketika semuanya terangkum dalam kurikulum OBE, dosen bisa memahami sejak awal materi perkulihan yang akan disampaikan kepada mahasiswa. Hasil pembelajaran pun bisa terpantau dengan baik, sehingga dosen lebih mudah memahami setiap mahasiswanya. (Humas UMKU/NR)