Lewat Audit Mutu Internal, UMKU Petakan Peluang Peningkatan Layanan Kampus

Pelaksanaan Audit Mutu Internal di Bagian Rumah Tangga dan Perbekalan UMKU. (dok. Humas-Admisi)

KUDUS — Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) melaksanakan rangkaian Audit Mutu Internal (AMI) pada seluruh program studi (Prodi), fakultas, biro, maupun lembaga yang ada di UMKU tahun 2026.

Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UMKU, Dr. Ika Tristanti, S.SiT., M.Kes. mengungkapkan, AMI merupakan kegiatan wajib dan rutin dilaksanakan tiap tahun oleh UMKU. Total ada 46 unit di UMKU yang menjadi objek audit.

Sebelum audit dimulai, LPM perlu mempersiapkan instrumen-instrumen yang akan digunakan auditor selama audit. Instrumen audit tersebut diintegrasikan dalam sistem, agar proses audit bisa berjalan lebih komprehensif, cepat, dan terekam dengan baik.

Selain itu, LPM juga bertugas melakukan persiapan administratif. Termasuk sosialisasi kepada semua tim auditor untuk menyamakan persepsi.

“Audit ini penting dan tidak bisa dianggap sepele. Dari audit kita menemukan peluang-peluang untuk meningkatkan kualitas pelayanan dari masing-masing prodi, fakultas, biro, dan lembaga,” jelas Ika saat dimintai keterangan pada Senin (10/8/2026).

Pelaksanaan Audit Mutu Internal di Biro Humas-Admisi UMKU. (dok. Humas-Admisi)

Ika melanjutkan, instrumen audit pada setiap unit berbeda-beda. Terbagi atas audit akademik tentang pembelajaran dan audit non-akademik berkaitan dengan hal-hal di luar pembelajaran, namun menunjang kegiatan akademik.

Menurutnya, rangkaian AMI cukup lama. Persiapan sebelumnya butuh waktu kurang lebih satu bulan. Kemudian pelaksanaan audit selama dua minggu, setelah itu pelaporan disusul pemaparan hasil audit, hingga nantinya ada rapat tinjauan manajemen.

“Saat ini sudah sampai proses pemaparan hasil audit. Jadi total rangkaian AMI membutuhkan waktu sekitar dua bulan,” ujar Ika.

Melalui rangkaian AMI ini, kondisi sebenarnya di setiap unit, baik itu prodi, fakultas, biro, maupun lembaga di UMKU dapat terekam dengan baik. LPM bisa melihat bagaimana layanan dan kinerja setiap unit seperti apa.

Ika menegaskan, AMI bukan untuk mencari kesalahan setiap unit, melainkan cerminan bagi semua untuk bisa memberikan layanan pendidikan yang terbaik bagi mahasiswa.

“Dengan AMI, bisa ditemukan peluang-peluang untuk meningkatkan layanan, mana yang kurang dan mana yang perlu diperbaiki,” tegasnya. (Humas UMKU/NR)