Langkah Nyata UMKU Terapkan Green Campus dan SDGs: Dari Crystal Building hingga Penghijauan

Gedung Crystal Building Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU). (dok. Humas-Admisi)

KUDUS — Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) mendukung penerapan Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan di lingkungan perguruan tinggi.

Adapun SDGs merupakan komitmen untuk mengintegrasikan 17 tujuan pembangunan yang disepakati oleh seluruh negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Dalam lingkup perguruan tinggi, SDGs berkaitan dengan kurikulum pendidikan, riset atau penelitian, pengabdian masyarakat, serta tata kelola operasional kampus yang ramah lingkungan.

Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UMKU, Dr. Ika Tristanti, S.SiT., M.Kes. menilai, selama ini UMKU telah menerapkan SDGs di lingkungan kampus serta mendukung konsep Green Campus.

Yakni perguruan tinggi yang menerapkan prinsip keberlanjutan dan praktik ramah lingkungan dalam seluruh aktivitas operasional serta akademiknya.

“Konsep green campus sudah diterapkan di UMKU,” kata Ika saat dimintai keterangan pada Selasa (7/7/2026).

Konsep Green Campus ditunjukkan UMKU melalui bangunan Crystal Building yang dominan menggunakan dinding kaca. Gedung ini dirancang untuk memanfaatkan pencahayaan alami secara maksimal.

Dengan dinding kaca, penggunaan lampu di siang hari dapat dipangkas secara drastis, sehingga mampu menghemat konsumsi energi listrik secara signifikan.

Penghijauan di lingkungan kampus Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKu). (dok. Humas-Admisi)

Selain itu, menurut Ika, selama ini UMKU aktif menjaga dan menghijaukan lingkungan. Hal itu dibuktikan dengan civitas akademika UMKU yang aktif menaman pohon di area kampus.

Sampai hari ini, masih ada banyak pohon yang berdiri kokoh di lingkungan kampus.

Pohon-pohon dengan daun lebat itu pun menciptakan suasana asri dan bermanfaat sebagai peneduh kendaraan-kendaraan mahasiswa maupun dosen. Termasuk menjadi tempat berteduh mahasiswa saat berdiskusi atau hanya sebatas mengobrol dengan teman-teman.

“Setiap melakukan perbaikan-perbaikan atau pembangunan, UMKU selalu memperhatikan aspek lingkungan. Saat mahasiswa melakukan kegiatan juga ikut menjaga lingkungan, contohnya saat membagikan hewan kurban kemarin, UMKU membungkus daging pakai daun jati yang ramah lingkungan,” terang Ika.

Lebih lanjut Ika mengungkapkan, lahan terbuka UMKU tidak menggunakan aspal, namun menggunakan paving block yang bertujuan agar air hujan bisa langsung terserap ke tanah.

Kemudian UMKU juga bekerja sama dengan pemerintah daerah dalam pengelolaan sampah. Sampah-sampah yang sudah terpilah akan diambil dan diproses lebih lanjut.

“Di UMKU juga disediakan banyak APAR (Alat Pemadam Api Ringan), akses ramah disabilitas, lift yang membantu mobilisasi, serta tangga darurat,” ungkap Ika.

Ke depan, Ika berharap, seluruh civitas akademika UMKU bisa bekerja sama meningkatkan penerapan SDGs maupun green campus.

Bukan hanya sebatas menjaga lingkungan, tapi juga berkaitan dengan kesejahteraan. Ada beberapa usulan dari LPM UMKU yang diharapkan bisa bermanfaat bagi seluruh civitas academica.

Seperti toilet ramah disabilitas, kendaraan shuttle yang menghubungkan kampus 1 dan kampus 2 UMKU dan bisa mengakomodir mahasiswa maupun dosen yang tidak memakai kendaraan pribadi.

Lalu, tempat cuci tangan bisa diaktifkan lagi, meminimalisir penggunaan plastik sebagai tempat makan dan minum, disiplin menaati peraturan kampus, hingga memanfaatkan solar cell sebagai sumber utama energi.

“Kami juga mendorong adanya inovasi pembatasan menggunakan kendaraan bermotor ke kampus dan mengganti dengan kendaraan ramah lingkungan sebulan sekali,” ujar Ika.

Meski secara keseluruhan UMKU belum sempurna, ia berharap UMKU bisa memenuhi semua indikator SDGs perguruan tinggi. (NR)