KUDUS — Sebanyak 25 mahasiswa S1 Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) selesai melaksanakan Kunjungan Industri ke PT Laksana Bus Manufaktur di Kabupaten Semarang pada Senin, 18 Mei 2026.
Dosen mata kuliah Sistem Manufaktur UMKU, Kukuh Mukti Wibowo, M.T. mengungkapkan, dengan berkunjung ke PT Laksana, mahasiswa UMKU belajar langsung tentang proses manufaktur sampai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) kerja sebuah pabrik yang membuat hingga merakit badan (karoseri) bus.
“PT Laksana adalah pabrik yang membuat body bus, jadi mahasiswa bisa belajar langsung cara mengelas, mulai dari awal sampai dengan finishing hingga bisa dijual ke konsumen,” ujar Kukuh saat dimintai keterangan, Kamis (18/6/2026).
Ia melanjutkan, mahasiswa semester 2 dan 4 yang mengikuti kunjungan tersebut sangat antusias belajar langsung ke pabrik. Mereka makin memahami, bahwa sistem manufaktur tidak cukup dipelajari lewat teori semata, namun harus belajar praktiknya langsung.
Setelah kunjungan ini, Kukuh berharap, mahasiswa Teknik Industri UMKU bisa lebih memahami tentang bagaimana dunia industri itu bekerja.
Apa yang mereka dapatkan selama kuliah bisa diterapkan langsung. Jadi, materi tidak hanya mandek di kelas, tapi juga dipraktikkan langsung di lingkungan kerja.
“Kami berharap setiap tahunnya mahasiswa semakin aware dengan mata kuliah yang dipelajari, mereka tahu bagaimana teori dari dosen diimplementasikan di dunia kerja secara real-time lewat apa yang mereka tangkap dan pelajari di lapangan,” ujar Kukuh.
Senada, dosen mata kuliah Perencanaan dan Pengendalian Produksi, Mu’adzah S.T., M.T. berharap, kunjungan industri bisa rutin dilaksanakan setiap semester atau setahun sekali.
Menurutnya, melalui kunjungan langsung, memberikan gambaran nyata kepada mahasiswa tentang sistem produksi hingga sistem kerja di perusahaan.
“Melalui kunjungan industri, mahasiswa benar-benar melihat implementasi mata kuliah perencaan dan pengendalian produksi. Mereka melihat langsung ada yang namanya flow shop dan lainnya, saat terjun ke PT Laksana, mereka bisa menganalisa semua,” terangnya.
Pemahaman tentang sistem produksi itu pun dibuktikan mahasiswa melalui laporan-laporannya. Mu’adzah mengungkapkan, laporan mahasiswa terkait hasil kunjungan ditulis dengan cukup baik.
Ke depan ia berharap, mahasiswa Teknik Industri UMKU mempunyai kesempatan lain untuk berkunjung ke perusahaan lainnya. Jika sebelumnya sudah ke industri manufaktur, selanujutnya bisa ke industri pengolahan makanan, penerbangan, atau lainnya.
“Dengan berbagai kunjungan itu, bayangan mahasiswa tentang Teknik Industri jadi lebih luas,” tutupnya. (NR)