KUDUS — Sebanyak 40 mahasiswa program studi (prodi) S1 Administrasi Rumah Sakit (ARS) Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) melakukan kuliah lapangan langsung di Rumah Sakit Sarkies Aisyiyah Kudus pada Selasa, 9 Juni 2026.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 11.00 WIB ini bertujuan untuk menyinkronkan teori yang didapat di kelas dengan fakta praktis di lapangan kerja.
Dalam kuliah lapangan mata kuliah Akuntansi Biaya Rumah Sakit ini, para mahasiswa berkesempatan bertemu dan berdiskusi langsung dengan para pegawai serta praktisi manajemen rumah sakit.
Dosen Pengampu Mata Kuliah, Dr. Bonnix Hedy Maulana, S.E., Akt., M.Si. menyampaikan, lewat agenda ini mahasiswa dapat melihat langsung seberapa besar manfaat dan kegunaan materi yang selama ini disampaikan di ruang kuliah.
“Kami menyampaikan teori di kelas, lalu mempertemukannya dengan fakta di rumah sakit. Mahasiswa bisa melihat seberapa manfaat materi yang disampaikan di kelas,” ujar Bonnix.
“Beberapa case (kasus) dan strategi yang dijalankan pihak RS ternyata sama dengan yang kami diskusikan di kelas. Ini menunjukkan bahwa mahasiswa berada di jalan yang pas (on the right track),” imbuhnya.
Bertempat di RS Sarkies, materi yang dibedah berfokus pada efisiensi biaya (cost efficiency), analisis biaya, kebijakan penentuan tarif rumah sakit, termasuk pelaporan biaya rumah sakit.
Pihak manajemen RS Sarkies memaparkan secara gamblang bagaimana langkah, kebijakan, serta bentuk implementasi teknisnya di lapangan.
Bonnix menceritakan, para mahasiswa tampak sangat antusias dan penasaran mengenai dinamika pengendalian biaya operasional, strategi efisiensi, hingga cara menetapkan tarif pelayanan kesehatan yang harus disesuaikan dengan kondisi pasar.
“Secara teknis, perhitungan tarif memang ada rumusnya. Namun di lapangan, pertimbangan pasar atau segmentasi konsumen juga menjadi penentu utama tarif tersebut mau dibuat seperti apa. Hal-hal aplikatif seperti inilah yang penting mereka ketahui,” jelasnya.
Bonnix menuturkan, kuliah lapangan ini didesain agar mahasiswa tidak asing lagi dengan atmosfer rumah sakit saat mereka lulus nanti.
Ia berharap, ketika memasuki dunia kerja, para alumni ARS UMKU bisa langsung tanggap dan terbiasa membaca situasi praktis karena bekal teorinya sudah matang di kelas.
“Setelah selesai kuliah, lulusan Administrasi Rumah Sakit UMKU diharapkan bisa mengimplementasikan ilmunya secara operasional,” harapnya.
Di akhir kesempatan, Bonnix juga memberikan pandangan mengenai luasnya peluang karier di bidang akuntansi, khususnya di sektor publik.
Menurutnya, akuntansi memiliki prospek di banyak bidang. Dunia bisnis pasti melibatkan bidang sosial, seperti halnya pengelolaan akuntansi non-profit di sektor publik, baik itu lembaga pendidikan, kesehatan, keagamaan, olahraga, hingga seni.
“Tugas akuntansi adalah menyajikan laporan yang hasilnya akan dimanfaatkan sebagai dasar pengambilan keputusan bagi para stakeholder,” pungkasnya.
Sementara itu, Nofita Rismayani, salah satu mahasiswa yang mengikuti kuliah lapangan tersebut mengaku, kuliah di RS Sarkies sangat bermanfaat baginya. Sebab memberikan pengalaman belajar secara langsung mengenai pengelolaan keuangan rumah sakit.
“Melalui diskusi dengan manajer rumah sakit, saya menjadi lebih memahami pentingnya cost efficiency dan cost control dalam menjaga kualitas pelayanan tanpa mengabaikan efisiensi biaya,” ujarnya.
“Selain itu, pembahasan mengenai tarif pelayanan dan laporan akuntansi rumah sakit menambah wawasan saya tentang bagaimana rumah sakit mengambil keputusan keuangan secara tepat dan bertanggung jawab,” imbuh Nofita. (NR)