Melalui Pengajian, UMKU Perkuat Karakter Civitas Academica yang Berkemajuan dan Visioner

Foto bersama pimpinan serta civitas academica UMKU bersama narasumber pengajian pada Senin, 20 April 2026. (dok. Humas-Admisi)

KUDUS — Civitas academica Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) kembali mengikuti kegiatan Pengajian rutin yang berlangsung di ruang Serbaguna 1 pada Senin, 20 April 2026.

Dosen hingga seluruh tenaga kependidikan (tendik) UMKU mengikuti Pengajian dengan tema “Membantuk Kader Muhammadiyah yang Berkemajuan dan Visioner di Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah (PTMA) tersebut. Kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB dan berakhir sekitar pukul 09.15 WIB.

Dalam pengajian kali ini, UMKU menggandeng Wakil Ketua Majelis Pembina Kader dan Sumber Daya Insani Pimpinan Pusat Muhammadiyah, H. Moh. Irfan Islami, S.Ag., M.M. sebagai narasumber. Kemudian Dekan Fakultas Farmasi UMKU, Apt. Muhammad Nurul Fadel, S.Farm., M.Farm bertindak sebagai moderator.

Adapun Pengajian pagi ini dibuka langsung oleh Wakil Rektor 1 UMKU, Dr. Sukarmin, M.Kep., Ns., Sp.Kep.MB. Pihaknya berharap, seluruh civitas academica UMKU terus memiliki semangat berkemajuan dan visoner untuk UMKU.

Dalam menyampaikan materinya, Dr. Irfan membuka dengan menjelaskan makna seorang kader. Dari beberapa sumber dikatakan, kader merupakan kelompok manusia yang terbaik karena terpilih. Mereka adalah inti dari kelompok yang lebih besar dan terorganisir secara permanen.

“Sedangkan Kader Muhammadiyah adalah tenaga inti dalam persyarikatan yang menggerakkan organisasi ke arah tercapainya tujuan persyarikatan,” ungkapnya.

Mengutip kalimat dari Prof. Dr. H. A. Mukti Ali, Irfan menyampaikan bahwa baik buruknya organisasi Muhammadiyah pada masa yang akan datang, dapat dilihat dari baik buruknya pendidikan kader yang dilakukan sekarang ini.

Setelah menjelaskan makna Kader, pihaknya mengungkapkan tentang karakteristik Islam Berkemajuan, seperti pandangan keagamaan Muhammadiyah. Setidaknya ada 5 karakteristik Islam Berkemajuan.

“Lima karakteristik Islam Berkemajuan adalah berlandaskan tauhid, bersumber pada Al-Qur’an, menghidupkan Ijtihad dan Tajdid, mengembangkan wasathiyah, dan mewujudkan rahmat bagi seluruh sekalian alam,” terangnya.

Kemudian berkaitan dengan Manhaj Islam Berkemajuan, menurut Irfan terdiri dari beberapa hal, yaitu sebagai berikut:

  1. Sumber Ajaran Islam (al-Quran wa al-Sunnah)
  2. Dimensi Ajaran Islami (Akidah, Ibadah, Akhlaq, Muamalah Dunyawiyah)
  3. Tiga Pendekatan (Bayani, Burhani, Teks)
  4. Ijtihad Berkelanjutan
  5. Akal dan Ilmu Pengetahuan
  6. Mazhab Keagamaan
  7. Kemuliaan manusia

“Dalam Muhammadiyah juga ada Gerakan Islam Berkemajuan. Yaitu Gerakan Dakwah, Gerakan Tajdid, Gerakan Ilmu, dan Gerakan Amal,” terangnya.

Lebih lanjut Irfan juga menyampaikan, sebagai kader Muhammadiyah, civitas academica UMKU harus mampu menunjukkan integritas dan kompetensinya. Baik itu tentang keberagaman, akademis dan intelektual, sosial kemanusiaan dan kepeloporan, serta keorganisasian dan kepemimpinan.

Dalam hal keberagaman, kader Muhammadiyah diharapkan memiliki sifat yang amanah, ikhlas, jujur, tekun beribadah, memiliki kemurnian dalam akidah, hingga memiliki jiwa gerakan.

Berkaitan dengan kompetensi akademis dan intelektual, pegawai UMKU didorong memiliki sifat Fathonah (kecerdasan pikiran), Tajdid (pembaharuan dan berpikiran maju), Istiqamah (konsisten), Etos belajar (semangat dan kemauan keras), dan Moderat (arif dan mengambil posisi di tengah) dalam bersikap, berpikiran, maupun bertindak.

Selanjutnya tentang keorganisasian dan kepemimpinan, civitas akademika UMKU bisa berpartisipasi aktif dalam peran keummatan, kebangsaan, dan kemanusiaan universal.

“Hingga menjadi bagian yang menyatu dengan denyut nadi kehidupan persyarikatan, ummat, dan bangsa sebagai wujud menjalankan misi organisasi,” terangnya.

Kegiatan pengajian ini pun berjalan lancar. Semua civitas akademika kembali melanjutkan pekerjaan masing-masing setelah mengikuti pengajian. (NR)