KUDUS — Program studi (Prodi) S1 Ekonomi Syariah di Fakultas, Ekonomi, Pendidikan, dan Hukum (FEPH) Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) berhasil meraih Akreditasi Unggul setelah mengikuti rangkaian tahapan hingga asesmen oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi Manajemen Bisnis dan Akuntansi (LAMEMBA).
Hasil tersebut tertuang dalam Keputusan LAMEMBA No.123/DE/A.5/LAMEMBA-U/VI/2026 yang menyatakan bahwa Prodi Ekonomi Syariah pada program sarjana UMKU di Kabupaten Kudus terakreditasi Unggul. Keputusan itu pun diterima UMKU pada Rabu, 10 Juni 2026.
Kaprodi S1 Ekonomi Syariah UMKU, Yunus Mustaqim, S.EI., M.E.Sy. mengaku sangat bersyukur dengan hasil itu. Setelah mengikuti proses panjang serta persiapan selama setahun terakhir, akhirnya prodi S1 Ekonomi Syariah UMKU dari akreditasi Baik berubah menjadi Unggul.
“Dari tahun 2021 lalu yang masih terakreditasi Baik, lima tahun kemudian kami berusaha maksimal untuk meningkatkan akreditasi hingga akhirnya di tahun 2026 berubah menjadi Unggul,” ujar Yunus dengan bahagia.
Ia melanjutkan, predikat Unggul ini membawa dampak dan manfaat yang sangat luas bagi ekosistem akademik di UMKU. Salah satunya, menaikkan level kepercayaan publik terhadap prodi S1 Ekonomi Syariah UMKU.
Selain itu, akreditasi Unggul ini memperluas kesempatan bagi mahasiswa maupun alumni Ekonomi Syariah UMKU dalam mendapatkan pekerjaan.
“Peluang kerja bagi alumni makin terbuka lebar karena kualitas pendidikan Ekonomi Syariah UMKU kini diakui berada di level tertinggi. Hal ini memberikan rasa percaya diri, baik bagi internal prodi maupun bagi mahasiswa itu sendiri,” terangnya.
Pencapaian ini terasa semakin spesial mengingat usia Prodi Ekonomi Syariah UMKU terbilang masih sangat belia.
Yunus mengaku sangat bangga dengan hasil ini. Terlebih di umur prodi yang masih sekitar 8 tahun ini, Ekonomi Syariah UMKU sudah mampu meraih predikat Unggul.
“Bagi sebuah prodi baru, ini adalah pencapaian yang luar biasa,” tegas Yunus bangga.
Ia melanjutkan, saat ini prodi Ekonomi Syariah memiliki 120-an mahasiswa aktif. Tren angka pendaftar tiap tahunnya juga meningkat.
Yunus mengungkapkan, kurikulum pendidikan S1 Ekonomi Syariah UMKU didesain agar adaptif terhadap kebutuhan industri, terlebih di bidang finansial dan entrepreneurship berbasis syariah.
Dengan kurikulum tersebut, banyak alumni yang bekerja di berbagai sektor strategis. Mulai dari dunia perbankan, lembaga keuangan mikro syariah, hingga Lembaga Amil Zakat (LAZ). Tidak sedikit pula alumni yang sukses membuka lapangan pekerjaan sendiri secara mandiri.
Meski kini telah berhasil mengamankan predikat tertinggi di level nasional, langkah prodi S1 Ekonomi Syariah UMKU dipastikan tidak akan berhenti sampai di sini.
Yunus menegaskan, target jangka pendek mereka adalah menguatkan dan mempertahankan kualitas keunggulan yang sudah digenggam saat ini. Sementara untuk jangka panjang, Ekonomi Syariah UMKU berusaha meningkatkan level prodi ke jenjang lebih tinggi.
“Setelah Unggul, langkah kami menguatkan dan mempertahankan keunggulan yang sudah didapatkan ini. Kami juga akan meningkatkan ke jenjang yang lebih tinggi, akreditasi Internasional,” pungkasnya. (NR)