Kuliah Pakar S1 Farmasi UMKU: Mendalami Peran dan Peluang Karier Apoteker Masa Depan

Pembukaan Kuliah Pakar oleh Dekan Fakultas Farmasi UMKU. (dok. Humas-Admisi)

KUDUS — Program studi (prodi) S1 Farmasi Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) telah melaksanakan Kuliah Pakar bertajuk “Beyond the Pharmacy Counter: Mendalami Peran Apoteker di Rumah Sakit dan Industri Farmasi” pada Kamis (13/8/2026).

Kegiatan ini pun menggandeng dua orang narasumber andal di bidang kefarmasian. Meliputi apt. Erna Noorfanti S.Farm. yang merupakan Apoteker Penanggung Jawab (APJ) Farmasi di RS Sarkies ‘Aisyiyah Kudus dan seorang Manager PT Beacons Pharmaceutical Industries Semarang, apt. Alfian Nazarudin, S.Farm.

Dalam kegiatan yang berlangsung di ruang Serbaguna 2 UMKU tersebut, apt. Erna Noorfanti menjelaskan tentang Pelayanan Farmasi di RS. Sementara apt. Alfian menjelaskan tentang Pengantar Farmasi Industri.

Adapun Kuliah Pakar bagi mahasiswa S1 Farmasi ini dibuka langsung oleh Dekan Fakultas Farmasi UMKU, apt. Muhammad Nurul Fadel, M.Farm.

Pihaknya menjelaskan, Kuliah Pakar merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan di akhir semester bagi mahasiswa semester pertama dan kedua.

“Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan mengenai peran, kompetensi, dan peluang karier apoteker di luar pelayanan kefarmasian komunitas, khususnya dalam bidang rumah sakit dan industri farmasi,” ungkap Fadel.

Melalui Kuliah Pakar itu pula, mahasiswa S1 Farmasi UMKU makin mengerti bahwa tugas apoteker bukan sebatas menyiapkan obat untuk pasien. Apoteker juga harus mengerti tentang administrasi lainnya mulai dari obat masuk hingga diterima pasien.

Dengan mengikuti Kuliah Pakar, Fadel berharap, mahasiswa bisa mengetahui bahwa peluang karier seorang apoteker sangat luas.

Tidak harus di rumah sakit, apoteker bisa bekerja di Pabrik Besar Farmasi (PBF), Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), bahkan di Badan Narkotika Nasional (BNN).

Di bidang industri juga bisa. Lulusan apoteker bisa bekerja di industri pabrik tradisonal hingga industri lain yang banyak diisi oleh seorang apoteker.

“Kami berharap, melalui Kuliah Pakar ini, mahasiswa semakin memahami bahwa dunia kefarmasian memiliki cakupan yang luas dan membutuhkan tenaga profesional yang kompeten, adaptif, inovatif, serta siap menghadapi perkembangan dunia kesehatan dan inustri,” jelas Fadel.

Di akhir sambutannya, Fadel berterima kasih kepada para narasumber dan sekuruh peserta yang telah berpartisipasi aktif dalam kegiatan tersebut.

“Semoga ilmu dan pengalaman yang diperoleh dapat menjadi bekal berharga dalam perjalanan menjadi apoteker profesional dan bertintegritas di masa depan,” tandasnya. (Humas UMKU/NR)