KUDUS — Menuju akreditasi Unggul, program studi (prodi) S1 Ekonomi Syariah, Fakultas Ekonomi, Pendidikan, dan Hukum (FEPH) Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) mengikuti rangkaian proses Asesmen Lapangan yang dibuka pada Senin pagi, 4 April 2026 dan dijadwalkan berlangsung sampai dengan Rabu, 6 Mei 2026.
Proses Asesmen Lapangan ini dilakukan oleh tim asesor dari Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi Manajemen Bisnis dan Akuntansi (LAMEMBA). Terdiri atas Sulistya Rusgianto S.E., MIF., Ph.D. dan Rini Yayuk Priyanti, Ph.D.
Diketahui, LAMEMBA merupakan lembaga independen yang bertanggung jawab melakukan akreditasi program studi di bidang ekonomi, manajemen, bisnis, dan akuntansi di Indonesia.
Dalam pembukaan kegiatan yang berlangsung di Ruang Serbaguna 1 UMKU pagi ini, sejumlah civitas academica UMKU hadir langsung. Di antaranya ada jajaran pimpinan Rektor dan Wakil Rektor, dosen FEPH UMKU, sampai dengan tenaga kependidikan lainnya.
Rektor UMKU, Dr. Edy Soesanto, SKp., M.Kes. mengungkapkan, pangsa pasar sektor ekonomi di wilayah Kabupaten Kudus dan sekitarnya sangat luas karena banyak industri yang beroperasi.
Untuk itu, dengan hadirnya prodi S1 Ekonomi Syariah di UMKU bisa memberikan peluang masyarakat Kudus untuk belajar tentang ekonomi dan mempeluas peluang karier.
Melalui Asesmen Lapangan ini, Dr. Edy berharap prodi S1 Ekonomi Syariah di UMKU yang saat ini berakreditasi Baik, bisa berkembang dan mencapai akreditasi Unggul sesuai yang diharapkan.
“Kami dari UMKU berharap proses akreditasi ini bisa memberikan yang terbaik bagi kami dan bisa mengembangkan prodi Ekonomi Syariah kita ke depannya,” ujarnya saat memberikan sambutan.
Lebih lanjut Dr. Edy menuturkan, selama ini prodi S1 Ekonomi Syariah UMKU terus menunjukkan perkembangannya, terutama dalam menghadirkan mutu pendidikan yang terbaik bagi mahasiswanya.
“Jumlah mahasiswa kami juga meningkat dari awal prodi Ekonomi Syariah hadir di UMKU. Semoga prodi ini bisa terus berkembang lebih baik setelah asesmen ini,” ujarnya.
Sementara itu, Sulistya Rusgianto S.E., MIF., Ph.D. menyampaikan bahwa LAMEMBA adalah bagian dari sistem pendidikan, terutama di bidang ekonomi, manajemen, bisnis, dan akuntansi.
Sebab itu, dalam Asesmen Lapangan dengan prodi S1 Ekonomi Syariah UMKU, diharapkan prosesnya berjalan dengan lancar, saling memberi masukan, serta bergerak bersama mengembangkan sistem pendidikan di Indonesia.
“Melalui proses akreditasi ini, semoga bisa meningkatkan kualitas pendidikan serta menjaga mutu pendidikan kita. Ketika mutu terjaga, maka pengakuan itu akan datang dengan sendirinya tanpa perlu mencari-cari,” terangnya.
Lebih lanjut ia mengungkapkan, standarisasi pendidikan terus berkembang. Salah satu hal yang dibutuhkan saat ini adalah kemampuan adaptasi dengan cepat.
Setelah membuka prodi, kampus tidak hanya bertanggung jawab meluluskan mahasiswa saja. Tapi menurut Sulistya, janji saat awal membuka prodi harus benar-benar bisa ditunaikan karena itu menjadi tanggung jawab perguruan tinggi. (NR)