KUDUS — Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) menyelenggarakan Kuliah Praktisi untuk mahasiswa program studi (prodi) Profesi Apoteker dengan menggandeng sejumlah profesional di bidang sains, manajemen, dan klinis.
Berlangsung selama tiga hari pada Kamis-Sabtu, 16-18 April 2026, Kuliah Praktisi ini dilaksanakan secara hybrid. Untuk hari pertama dan ketiga dilaksanakan secara luring di ruang Serbaguna 1 UMKU, sedangkan di hari kedua dilaksanakan secara daring.
Di hari pertama, Fakultas Farmasi UMKU berkolaborasi dengan Apt. Sri Purwaningsih, S.Farm dari RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus sebagai narsumber bidang Farmasi Manajemen.
Kemudian di hari kedua, Apt. Oke Setiawan Gosepa, M.Farm dari PT Holi Farma Bandung sebagai narasumber mata kuliah Farmasi Industri. Lalu di hari terakhir, Kuliah Praktisi ini menggandeng Apt. Mersi Riyanti, S.Farm dari PT Tirta Husada Farm Pati sebagai narasumber mata kuliah Pelayanan Farmasi Klinik.
Dekan Fakultas Farmasi UMKU, Apt. Muhammad Nurul Fadel, M.Farm. mengungkapkan, Kuliah Praktisi ini dilaksanakan untuk mendukung mahasiswa Profesi Apoteker sebelum mereka praktik kerja profesional nantinya.
“Melalui Kuliah Praktisi, mahasiswa mempunyai gambaran tentang kompetensi-kompetensi apoteker. Baik itu saat praktik di Rumah Sakit, Puskesmas, industri farmasi, klinik herbal sampai dengan PBF (Pedagang Besar Farmasi),” terangnya.
Dengan mengikuti kuliah Farmasi Manajemen, lanjut Fadel, mahasiswa belajar tentang banyak hal. Seperti monitoring efek samping obat, pelaksanaan layanan kefarmasian di Rumah Sakit, layanan informasi obat, sampai dengan memastikan apa yang disampaikan dan obat diberikan ke pasien dikonsumsi sesuai aturan pakai.
Kemudian di bidang Farmasi Industri, mahasiswa belajar tentang Research and Development (R&D) obat-obatan. Mahasiswa belajar membuat formulasi atau sediaan obat yang nanti akan dipasarkan ke masyarakat. Belajar membuat formulasi obat sirup, tablet, dan lainnya.
“Selain itu, mahasiswa juga belajar Quality Control (QC). Mereka melakukan pengujian-pengujian untuk memastikan mutu sediaan obat yang dibuat industri bermutu,” ujarnya.
“Bermutu itu aman, berkhasiat, dan nyaman dikonsumsi,” tegas Fadel.
Lebih lanjut di mata kuliah Pelayanan Farmasi Klinik, mahasiswa belajar tentang Production Planning and Inventory Control (PPIC). Mahasiswa belajar tentang bagaimana cara memilih vendor bahan baku obat sampai dengan memastikan bahan baku obat sesuai dengan yang diinginkan.
Baik itu terkait kemurnian bahan bakunya, titik lelehnya, kelarutannya, dan memastikan bahwa bahan baku yang dipilih bisa dibuat sebagai sediaan obat. Termasuk belajar tentang prosedur penyimpanan obat, suhunya, kelembabannya, dan lain sebagainya.
Melalui Kuliah Prakstisi ini, Fadel berharap mahasiswa Profesi Apoteker UMKU bisa melakukan praktik kerja profesional sebagai Apoteker nantinya.
“Harapannya mahasiswa bisa punya gambaran ketika nantinya melakukan praktif profesional. Apa yang perlu dilakukan, kompetensi-kompetensi apa yang harus dimiliki, sehingga benar-benar siap menjadi seorang Apoteker,” terangnya.
Diketahui, Kuliah Praktisi di program studi Profesi Apoteker UMKU ini rutin dilaksanakan satu kali tiap semester, mulai dari angkatan pertama sampai sekarang. Kuliah Praktisi ini pun diharapkan bermanfaat bagi mahasiswa profesi yang bersiap menjadi Apoteker andal. (NR)