KUDUS — Menuju akreditasi Unggul, program studi (prodi) S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi, Pendidikan, dan Hukum (FEPH) Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) mengikuti rangkaian proses Asesmen Lapangan yang dibuka pada Kamis pagi (3/9/2026) dan dijadwalkan berlangsung sampai dengan Jumat (4/9/2026).
Proses Asesmen Lapangan ini dilakukan oleh tim asesor dari Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi Manajemen Bisnis dan Akuntansi (LAMEMBA).
Terdiri atas Prof. Dr. Supriyati, SE., M.Si., Ak.CA sebagai Asesor 1 dan Prof. Dr. Nunung Nur Hayati, S.E., M.Si., Ak. CA. CTT. sebagai Asesor 2.
Dalam pembukaan kegiatan yang berlangsung di Ruang Serbaguna 1 UMKU pagi ini, sejumlah sivitas akademika UMKU hadir langsung.
Di antaranya ada jajaran pimpinan Rektor dan Wakil Rektor, dosen FEPH UMKU, sampai dengan tenaga kependidikan lainnya.
Rektor UMKU, Dr. Edy Soesanto, SKp., M.Kes. dalam sambutannya menyambut baik kedatangan tim asesor LAMEMBA di UMKU.
Pihaknya berharap, prodi S1 Akuntansi UMKU yang saat ini berakreditasi Baik, bisa berkembang dan mencapai akreditasi Unggul sesuai yang diharapkan.
“Kami dari UMKU berharap proses akreditasi ini bisa memberikan yang terbaik bagi kami dan bisa mengembangkan prodi S1 Akuntansi kita ke depannya,” ujar Rektor saat memberikan sambutan.

Harapan yang sama juga disampaikan oleh Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMKU, H. Dodok Sartono, S.E., M.M.
Dalam proses asesmen, Dodok sangat terbuka dengan catatan yang diberikan tim asesor kepada prodi S1 Akuntansi UMKU. Jika ada kekurangan, UMKU bisa langsung melakukan perbaikan.
Pihaknya berpesan kepada tim dosen maupun tenaga kependidikan yang ikut terlibat dalam proses ini, bahwa kehadiran asesor bukan mencari kesalahan, tapi juga kelebihan dan kekurangan agar bisa diperbaiki.
“Jangan gugup, sajikan data sebaik mungkin. Kami berharap S1 Akuntansi UMKU terus bertumbuh Go Better, jadi yang terbaik dan terus berbenah menjadi lebih baik,” terangnya.
Sementara itu, Prof. Dr. Supriyati, SE., M.Si., Ak.CA mengapresiasi UMKU yang telah mengirimkan banyak dokumen dengan lengkap dan rapi sebagai persyaratan sebelum asesmen lapangan.
Dari berbagai berkas yang telah dikirim, kini saatnya tim asesor bertugas mengonfirmasi semuanya secara langsung.
“Kalau nanti ada kekurangan, kami akan membagikan pengetahuan kami ketika melihat ada perguruan tinggi yang lebih dulu melakukan perubahan-perubahan itu,” ujarnya Prof. Supriyati.
Sebab itu pihaknya menegaskan, asesmen lapangan bukan hanya memotret apa yang didapat, tapi tim asesor juga memberikan masukan agar ada perbaikan. Tujuannya untuk mewujudkan bersama-sama mencerdaskan bangsa.
“Mohon tidak ada perasaan nervous, bapak ibu percaya diri karena ini adalah kerja keras semua. Dengan perguruan tinggi berkesempatan dilakukan asesmen lapangan, (akreditasi) Unggul pasti bisa tercapai,” ungkap Prof. Supriyati dan diaminkan seluruh sivitas akademika UMKU. (Humas UMKU/NR)