KUDUS — Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PK IMM) Ar-Rabbani Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) berhasil melaksanakan kegiatan Workshop HERT (Emergency Response in Healthcare) dengan tema “Sinergi Tanggap Darurat, Tangguh di Medan Bencana dan Cepat Selamatkan Nyawa” pada Sabtu (15/8/2026).
Bertempat di ruang Serbaguna 2 UMKU, kegiatan ini diikuti oleh sejumlah mahasiswa aktif UMKU serta beberapa delegasi dari organisasi mahasiswa maupun pihak lainnya.
Ketua Umum IMM Ar-Rabbani UMKU, Essa Wahyu Makutarama menjelaskan, workshop HERT merupakan kegiatan pelatihan yang diselenggarakan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa dalam menghadaoi kondsi kegawatdaruratan.
Khususnya dalam pelaksanaan evakuasi dan pemberian pertolongan pertama pada situasi bencana.
Adapun narasumber dari kegiatan ini meliputi Muhammad Salman Alfarisi, A.Md.Kep. dan Abdul Faruq, S.Kep. dengan masing-masing menjelaskan tentang Evakuasi pada Bencana serta Pertolongan Pertama pada Bencana.
“Melalui workshop HERT, meningkatkan pemahaman peserta mengenai prinsip dan prosedur evakuasi yang tepat, aman, dan efektif dalam situasi benva,” ungkap Essa lewat keterangan tertulisnya pada Kamis (20/8/2026).
“Termasuk membekali pengetahuan tentang teknik dasar pertolongan pertama korban dan mengembangkan sikap kesiapsiagaan, ketenangan, serta kemampuan dalam menghadapi kondisi bencana dan situasi kegawatdaruratan,”jelasnya.
Essa menginformasikan, selain mendengar penjelasan materi, peserta workshop juga diajak untuk praktik langsung setiap narasumber selesai menyampaikan materinya. Dalam kesempatan itu pula, peserta diberi kesempatan untuk bertanya langsung kepada narasumber.
Ia pun bersyukur seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar dan seluruh peserta bisa mengikuti rangkaian kegiatan dari awal sampai akhir.
“Setelah mengikuti workshop ini, kami berharap setiap peserta memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai prosedur dan prinsip dasar evakuasi pada situasi bencana,” ujar Essa.
Dirinya juga berharap, peserta mampu memahami dan menerapkan langkah-langkah dasar pertolongan pertama secara tepat sesuai dengan kondisi korban dan situasi bencana.
Ke depan, mereka juga bisa memberikan respons awal yang cepat, tepat, dan aman dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan. Termasuk sigap dan percaya diri dalam proses evakuasi dan pemberian pertolongan pertama.
“Semoga kegiatan ini dapat meningkatkan kepedulian dan keterampilan peserta dalam penanggulangan bencana serta menjadi bekal untuk berperan aktif dalam menciptakan respons bencana yang tanggap, aman, dan terkoordinasi,” tandas Essa. (Humas UMKU/NR)