BEM UMKU Sukses Jadi Tuan Rumah, Rakerwil BEM PTMAI Zona IV Lahirkan 5 Komitmen Strategis Gerakan

Foto bersama delegasi sejumlah BEM PTMAI Zona IV Jateng-DIY usai penanaman pohon di Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus pada Kamis, 9 April 2026. (dok. Humas-Admisi)

KUDUS — Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) sukses menjadi tuan rumah penyelenggaraan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) BEM Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah Indonesia (PTMAI) Zona IV Jateng-DIY pada Kamis-Jumat, 9-10 April 2026.

Dengan berbagai kegiatan, delegasi dari 17 BEM PTMAI di Jateng-DIY diajak untuk lebih mengenal Kudus. Mulai dari melihat keindahan alam di Desa Rahtawu sampai dengan belajar sejarah di kompleks Menara Kudus hingga ke Museum Jenang.

Namun tujuan utama Rakerwil ini pun tetap terlaksana dengan baik. Bertempat di kampus UMKU, rapat membahas strategi gerakan BEM PTMAI Zona IV di bidang pendidikan, lingkungan, dan ekonomi, sukses dilaksanakan.

Presiden BEM UMKU, Eka Rizqiana, bersyukur Rakerwil kali ini berjalan lancar. Delegasi dari 17 BEM PTMAI Jateng-DIY juga merasa senang bisa datang dan belajar tentang Kabupaten Kudus yang terkenal sebagai Kota Kretek dan Kota Santri ini.

Perempuan yang akrab disapa Riris itu mengungkapkan, Rakerwil di Kudus dimulai dengan seremonial pembukaan di Balai Desa Rahtawu yang dihadiri langsung pimpinan UMKU serta unsur Forkopimda Kudus.

Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan penanaman bibit pohon di Lereng Gunung Muria atau lebih tepatnya di Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog, Kudus.

“Setelah penanaman pohon, kegiatan dilanjutkan di kampus UMKU. Anggota BEM mengikuti Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan oleh anggota DPD RI, Casytha Arriwi Kathmandu,” ungkap Riris.

“Usai sosialisasi, peserta mengikuti Rakerwil sampai malam,” imbuhnya.

Dalam rapat kerja tersebut, anggota BEM PTMAI Zona IV menyepakati arah gerakan dalam lima komitem utama. Rinciannya sebagai berikut:

  1. Revitalisasi Struktur dan Konsolidasi Gerakan Membangun pola koordinasi BEM PTMAI yang inklusif, setara, dan berkelanjutan di seluruh wilayah Zona IV, tanpa dominasi kampus besar atas kampus daerah.
  2. Gerakan Intelektual Berbasis Riset dan Data Menjadikan kajian akademik, policy brief, dan riset lapangan sebagai fondasi setiap sikap politik dan advokasi BEM PTMAI Zona IV.
  3. Advokasi Pendidikan Inklusif dan Hak Kelompok Rentan Mengawal kebijakan pendidikan agar berpihak pada anak berkebutuhan khusus, guru SLB, dan kelompok marjinal lainnya sebagai bagian dari mandat keadilan sosial.
  4. Pengawalan Pembangunan Hijau yang Demokratis Mendorong mekanisme partisipasi publik, dialog kebijakan, dan pencegahan kriminalisasi warga dalam agenda pembangunan dan pengelolaan sumber daya alam.
  5. Kolaborasi dan Pengabdian Transformatif Membangun sinergi dengan NGO, akademisi, alumni, dan masyarakat sipil untuk menciptakan perubahan yang berkelanjutan dan berdampak nyata.

Riris menceritakan, di hari kedua kegiatan, BEM UMKU mengajak seluruh delegasi untuk pergi ke Menara Kudus dan Museum Jenang. Di dua tempat tersebut, mereka belajar tentang sejarah Kudus.

“Alhamdulillah semua peserta senang dengan kegiatan yang telah kami jadwalkan. Mereka juga berterima kasih atas sambutan hangat dari mahasiswa Kudus,” ujarnya.

Dalam Rakerwil ini pula, dilakukan pengangkatan jajaran anggota pengurus BEM PTMAI Zona IV masa jabatan 2026-2027. Kegiatan pun ditutup dengan foto bersama dan para delegasi kembali ke kampus masing-masing. (NR)