KUDUS — Sebanyak 56 mahasiswa Profesi Ners di Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) sukses mengikuti rangkaian kegiatan Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS) yang berlangsung pada Senin-Sabtu, 4-9 Mei 2026.
Kaprodi Profesi Ners UMKU, Ns. Tri Suwarto, S.Kep., M.Kep. mengungkapkan, dengan mengikuti BTCLS, mahasiswa Profesi Ners latihan dasar kegawatdaruratan untuk menangani kasus trauma dan kardiovaskular secara cepat, tepat, dan terkoordinasi.
Dalam pelaksanaan kegiatan ini, UMKU menggandeng tim Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) dari RSUD R.A Kartini Kabupaten Jepara.
“Total ada 12 stase yang harus diikuti mahasiswa dalam BTCLS kali ini. Mulai dari RJP (Resusitasi Jantung Paru) anak dan dewasa, sampai dengan stase EKG (Elektrokardiogram),” terangnya pada Senin, 11 Mei 2026.
Ia memerinci, di hari pertama mengikuti BTCLS, mahasiswa belajar tentang Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT) hingga etik dan moral legal keperawatan gawat darurat.
Kemudian di hari kedua, belajar tentang Triage Pasien sampai dengan Penatalaksanaan Pasien akibat trauma. Di hari ketiga, mahasiswa belajar tentang Penatalaksanaan Kegawatdaruratan Kardiovaskuler.
Lanjut di hari keempat, mahasiswa mulai praktik tentang RJP anak dan dewasa termasuk proses evakuasi dan stabilisasi. Di hari kelima, praktik EKG.
Terakhir di hari keenam, mahasiswa Profesi Ners mengikuti ujian praktik RJP anak dan dewasa sampai dengan manajemen bencana (Disaster Management).
“Harapannya dengan BTCLS ini mahasiswa bisa mengenal lebih lanjut tentang bentuk-bentuk kegawatdaruratan. Ketika di masyarakat ada kasus kegawatdaruratan, mahasiswa Profesi Ners UMKU bisa langsung bertindak memberikan pertolongan,” jelas Tri Suwarto.
Pihaknya menegaskan, BTCLS ini menjadi salah satu syarat kelulusan mahasiswa Profesi Ners. Selain BTCLS, ke depan mahasiswa Profesi Ners juga akan dibekali tentang ATCLS (Advanced Trauma Cardiac Life Support).
Yaitu pelatihan kegawatdaruratan komprehensif bagi tenaga medis untuk penanganan pasien trauma berat dan kasus jantung (kardiovaskular) secara cepat, tepat, dan terstandar.
“Semoga semua mahasiswa Profesi Ners bisa mengikuti setiap rangkaian kegiatan dan memahami bentuk kegawatdaruratan serta penanganannya,” tandasnya. (NR)