Tingkatkan Kesejahteraan Pegawai, UMKU Gelar Skrining Kesehatan Berkala

Rektor UMKU Dr. Edy Soesanto, SKp., M.Kes. dan Wakil Rektor 2 UMKU Islami, S.Si.T., M.Keb. saat mengikuti skrining kesehatan pada Kamis, 9 April 2026. (dok. Humas-Admisi)

KUDUS — Sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan pegawai di bidang kesehatan, Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) melakukan skrining kesehatan kepada seluruh dosen maupun tenaga kependidikan (Tendik) pada Kamis, 9 April 2026.

Total ada 209 pegawai UMKU yang mengikuti skrining kesehatan kali ini. Bekerja sama dengan tim kesehatan dari Puskesmas Purwosari, para pegawai mengikuti pemeriksaan tinggi badan, berat badan, lingkar perut, tekanan darah, tes kolesterol, tes gula darah, sampai dengan tes asam urat.

Wakil Rektor 2 UMKU, Islami, S.Si.T., M.Keb. mengungkapkan, skrining kesehatan ini dilakukan sebagai upaya deteksi dini kondisi seluruh pegawai. Apabila ada ada pegawai yang butuh rujukan lebih lanjut, bisa dilakukan secepatnya.

“Setelah dilakukan deteksi awal, jika ada resiko kesehatan, penanganannya bisa jauh lebih baik, terhindar dari faktor-faktor risiko yang tidak diinginkan,” terangnya.

Islami melanjutkan, bekerja di sektor pendidikan tinggi, mayoritas pegawai UMKU lebih banyak bekerja dengan duduk. Apabila tidak diimbangi dengan kegiatan lain seperti berjalan, orang-orang yang sering duduk berisiko asam urat, diabetes, hipertensi, bahkan apabila kolesterol tinggi bisa stroke.

Untuk itu, agar seluruh pegawai selalu dalam kondisi baik-baik saja, UMKU juga aktif memberikan edukasi kepada mereka untuk menjaga pola makan dan beraktivitas lain, tidak hanya duduk saja.

“Apabila posisi tubuh terlalu statis dan hanya duduk terus, berisiko mengalami berbagai penyakit. Jadi perlu diimbangi olahraga dan menjaga pola makan,” tegas Islami.

Sejak dimulai hari ini, skrining kesehatan akan rutin dilakukan UMKU setiap 6 bulan sekali. Bersama tim kesehatan Puskesmas Purwosari, bila ada pegawai UMKU yang mengalami gangguan kesehatan dan perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, akan langsung ditindaklanjuti.

“Sebab kesejahteraan pegawai bukan hanya pada aspek finansial, tapi juga pada aspek spiritual maupun kesehatan,” tegasnya. (NR)