Tanamkan Kesadaran Ekologis, Mahasiswa UMKU Gelar Public Schooling Pengolahan Limbah

Tim KKN UMKU bersama siswa-siswi Sd di Desa Margorejo Kudus usai melaksanakan program Public Schooling. (dok. Mahasiswa KKN UMKU)

KUDUS — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) sukses menyelenggarakan program Public Schooling bertajuk “Usaha Bijak Pengolahan Limbah” bagi siswa sekolah dasar di Desa Margorejo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus.

Kegiatan ini dipusatkan di SD Negeri 03 Margorejo selama 3 hari, terhitung pada Senin sampai dengan Rabu, 22-24 Desember 2025.

Koordinator KKN UMKU di Desa Margorejo, Ilyas Nurul Habibi menjelaskan, tujuan dilaksanakannya public schooling ini untuk menanamkan kesadaran bagi anak-anak untuk mengolah sampah melalui prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle).

“Tujuan utama kegiatan ini, sebagai upaya dalam menanamkan kesadaran ekologis dan memberikan keterampilan praktis kepada generasi muda dalam mereduksi sampah melalui prinsip 3R,” katanya.

Ilyas melanjutkan, program edukatif ini melibatkan partisipasi aktif dari siswa-siswi SD Negeri 01 Margorejo, SD Negeri 03 Margorejo, dan SD Negeri 05 Margorejo.

Selama tiga hari pelaksanaan, para siswa dibekali pemahaman mendalam mengenai klasifikasi limbah serta dampak buruk sampah bagi ekosistem jika tidak dikelola dengan baik.

Tidak sekadar teori, mahasiswa KKN UMKU juga memandu pelatihan kreatif pembuatan dompet berbahan dasar limbah kain perca.

“Melalui kegiatan ini, siswa diajak melihat potensi ekonomi di balik barang sisa, sekaligus mengasah motorik dan kreativitas mereka dalam menciptakan produk fungsional yang memiliki nilai estetika,” terangnya.

Sementara itu, Kepala SD Negeri 01 dan 03 Margorejo, Eni Suparti, mengapresiasi inisiatif yang dilakukan oleh mahasiswa UMKU tersebut.

Pihaknya mengucapkan terima kasih atas pemilihan SD Negeri 03 sebagai pusat kegiatan dan berharap sinergi ini memberikan dampak jangka panjang bagi pola pikir siswa.

“Kami sangat berterima kasih atas kepercayaan dan ilmu yang dibagikan,” ujarnya.

Eni berharap, melalui acara ini, siswa-siswi memiliki kesadaran tinggi akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan serta mampu mempraktikkan pemilahan sampah di sekolah maupun di rumah.

“Semoga anak-anak makin sadar menjaga kebersihan lingkungan dan mampu memilah sampah dengan baik,” tutupnya. (NR)