KUDUS — Kehadiran mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) tahun akademik 2026/2027 membawa berbagai cerita inspiratif. Meski harus menempuh jarak ribuan kilometer, mereka tetap semangat untuk memulai cerita sebagai mahasiswa di UMKU.
Satu cerita datang dari M. Nizar Syaifudin, mahasiswa baru UMKU program studi (prodi) S1 Farmasi Fakultas Farmasi.
Berasal dari Desa Ba’a, Kecamatan Lobalain, Kabupaten Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Rizal harus menempuh jarak sekitar 2.122 kilometer hingga akhirnya sampai di Kudus.
Dalam waktu 3 hari, Rizal menghabiskan waktu perjalannya menuju Kudus dengan naik kapal.
Di perjalanan, ia harus transit di beberapa tempat dulu, seperti Sumba dan Lombok hingga akhirnya sampai di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.
Bahkan saat di kapal, ia sempat merasakan getaran gempa bumi yang mengguncang NTT beberapa waktu lalu.
“Waktu di kapal, sempat merasakan getaran gempa bumi di NTT. Tapi alhamdulillah perjalanan aman sampai Surabaya,” cerita Rizal, Senin (7/9/2026).
Setibanya di Surabaya, Rizal melanjutkan perjalanan darat menuju Kabupaten Pati. Di Kota Bumi Mina Tani, Rizal singgah sementara di tempat saudara dan mengenang masa kecilnya di sana.
“Saya lahir di Pati. Waktu SD, saya pindah ke Rote Ndao dan bersekolah SD, SMP, SMK di NTT,” ceritanya.
Sebagai seorang siswa SMK Kesehatan, Rizal mempunyai mimpi sebagai tenaga kesehatan. Kegemarannya tentang obat-obatan, membuatnya memilih prodi Farmasi.
Setelah ia mencari tahu tentang kampus kesehatan yang dekat dengan kampung halamannya Pati, pilihan Rizal jatuh pada UMKU. Sebuah kampus yang menurutnya memiliki banyak prestasi di bidang akademik maupun non-akademik.
“Saya suka olahraga seperti futsal, dan di UMKU saya lihat prestasi futsal-nya bagus, jadi makin yakin buat pilih UMKU,” katanya.
Kini, setelah Rizal resmi menjadi mahasiswa UMKU, ia akan mulai beradaptasi dengan lingkungan barunya ini.
Terlebih menurut Rizal, lingkungannya di NTT cukup sepi namun di Kudus semuanya ramai. Untuk itu ia berharap bisa segera beradaptasi, baik di lingungan kuliah maupun sekitarnya.
“Untuk jangka panjang, saya berharap bisa menjadi mahasiswa yang bisa membanggakan, kompeten, dan disiplin dalam membantu masyarakat,” katanya.

Keinginan untuk membantu masyarakat melalui bidang kesehatan juga diungkapkan seorang mahasiswi baru prodi S1 Kebidanan UMKU, Jelita Laura Dikeysa.
Perempuan asal Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur (OKU Timur), Provinsi Sumatera Selatan tersebut, ingin menjadi seorang Bidan yang bisa membantu banyak ibu dan bayi.
“Dari saudara banyak yang berprofesi sebagai tenaga kesehatan, jadi ingin menjadi seperti mereka, akhirnya saya memilih Kebidanan karena ingin membantu ibu dan bayi nantinya,” cerita Jelita.
Sebelum akhirnya memulai ceritanya di UMKU, Jelita harusmenempuh jarak lebih dari 1.000 kilometer dari kampung halamannya hingga akhirnya sampai di Kabupaten Kudus, Provinsi Jawa Tengah.
Perjalannya ia mulai dengan naik kapal bersama ayahnya. Di kapal, ia sempat merasakan dampak abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau beberapa waktu lalu.
Dengan tekad kuat untuk belajar, Jelita pun tidak panik saat alam sedang tidak baik-baik saja.
“Waktu erupsi, saya tidak panik. Alhamdulillah setelah perjalanan hampir 24 jam, akhirnya bisa sampai Kudus dengan selamat,” ungkapnya.
Memulai perjalanan barunya sebagai mahasiswa, Jelita akan berusaha sebaik mungkin dan lulus tepat waktu. Ia berharap, mimpinya menjadi seorang Bidan dapat terwujud dan memberikan manfaat bagi banyak orang. (Humas UMKU/NR)