KUDUS — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) kelompok 19 Univeristas Muhamamdiyah Kudus (UMKU) memperkenalkan inovasi minuman sehat Imun Boost berbahan herbal lokal dari Desa Glagah Kulon, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus pada Senin, 22 Desember 2025.
Sebagai wujud pengabdian kepada masyarakat, inovasi tersebut dikebalkan dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga sistem imun tubuh melalui pemanfaatan bahan alami yang mudah diperoleh di lingkungan sekita.
Bertempat di Aula Balai Desa Glagah Kulon, inovasi imun boost menggunakan bahan utama madu. Alasannya karena madu mudah ditemukan di desa tersebut dan banyak diperjualbelikan UMKM lokal.
Selain madu, bahan-bahan yang terkandung dalam imun boost ini terdiri atas kunyit, temulawak, jahe, cengkeh, kayu manis, asam jawa, gula pasir, gula merah, garam, dan air.
Koordinator KKN UMKU Desa Glagah Kulon, Muhammad Indra Kholid Khoirusshofi mengungkapkan, melalui inovasi imun boost dari madu, mereka ingin mengajak warga Desa Glagah Kulon untuk lebih peduli menjaga daya tahan tubuh dengan memanfaatkan bahan herbal alami yang mudah ditemukan di sekitar.
“Sekaligus mendukung usaha madu lokal agar semakin berkembang,” katanya melanjutkan.
Dalam kegiatan yang diikuti oleh 32 orang ibu-ibu anggota PKK Desa Glagah Kulon tersebut, ungkap Indra, mahasiswa KKN UMKU memulai kegiatan dengan menyampaikan materi tentang kesehatan. Tujuannya untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pemeliharaan sistem imun tubuh.
Kemudian dilanjutkan dengan demonstrasi pembuatan minuman Imun Boost sebagai peningkat imunitas berbahan alami. Mahasiswa KKN UMKU sangat aktif dalam selama menyampaikan materi sampai dengan praktik.
“Termasuk saat mensosialisasikan khasiat berbagai bahan herbal, seperti kunyit, temulawak, madu, jahe, cengkeh, hingga kayu manis, semua dilakukan oleh mahasiswa KKN UMKU,” ungkapnya.
“Menurut kami, khasiat berbagai bahan herbal perlu kami sampaikan karena bahan-bahan tersebut berpotensi mendukung kesehatan serta dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan,” lanjut Indra.
Melalui inovasi imun boost berbahan dasar bahan alami yang mudah ditemukan di Desa Glagah Kulon, Indra berharap bisa bermanfaat bagi masyarakat desa setempat.
“Selain bermanfaat untuk kesehatan, harapannya inobasi ini bisa meningkatkan perekonomian warga melalui pemberdayaan UMKM madu,” ujarnya.
Anggota PKK Desa Glagah Kulon, Nuraini mengaku, inovasi imun boost dari madu yang dikenalkan mahasiswa KKN UMKU memiliki rasa yang enak dan segar.
“Biasanya saya membuat di rumah hanya menggunakan kunyit, jahe, dan serai, saat ditambah kayu manis dan cengkeh, ternyata rasanya lebih lengkap,” cerita Nuraini. (Tim KKN UMKU di Desa Glagah Kulon/NR)