Mahasiswa Profesi Kebidanan UMKU Hadirkan Nugget Ikan Kembung, Solusi Atasi Masalah Gizi di Desa Jatirogo

Foto bersama mahasiswa prodi Profesi Kebidanan UMKU yang telah selesai memberikan edukasi terkait nugget ikan kembung kepada masyarakat dalam kegiatan Praktik Kebidanan Komunitas di Desa Jatirogo, Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak pada 1-20 Desember 2025. (dok. Istimewa)

DEMAK — Sebanyak 28 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) sukses melaksanakan kegiatan Praktik Kebidanan Komunitas di Desa Jatirogo, Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak pada 1-20 Desember 2025.

Ketua Prodi Profesi Kebidanan UMKU, Bdn. Indah Puspitasari S.SiT., M.Keb. mengungkapkan, kegiatan tersebut berfokus pada pemberdayaan masyarakat untuk mengatasi masalah kesehatan ibu dan anak, khususnya penanganan gizi balita dan stunting melalui pemanfaatan pangan lokal.

Bdn. Indah melanjutkan, berdasarkan data pengkajian yang dilakukan mahasiswa, ditemukan masalah status gizi pada balita di Desa Jatirogo yang cukup serius.

“Tercatat adanya balita wasting sebanyak 11 orang (42%), stunting 8 orang (31%), dan obesitas 7 orang (27%),” ungkapnya.

“Dari hasil identifikasi, faktor utama penyebab kondisi itu karena kurangnya asupan protein dan gizi, serta anak yang susah makan,” lanjut Bdn. Indah.

Merespons hal tersebut, mahasiswa prodi Profesi Kebidanan UMKU menginisiasi program inovatif berupa edukasi pembuatan Nugget Ikan Kembung.

Pemilihan ikan kembung sebagai bahan edukasi gizi, ungkap Bdn. Indah, didasarkan pada pertimbangan ketersediaan di wilayah Desa Jatirogo.

“Ikan kembung merupakan kearifan lokal Desa Jatirogo yang mudah didapat dengan harga terjangkau,” katanya.

“Selain itu, ikan kembung memiliki kandungan protein dan Omega-3 yang sangat tinggi, bermanfaat untuk perkembangan otak. Pada ikan kembung terdapat kandungan kalsium dan fosfor untuk pertumbuhan tulang balita,” lanjut Bdn. Indah menjelaskan.

Ketika memberikan edukasi kepada masyarakat Desa Jatirogo, mahasiswa UMKU juga memberikan resep praktis membuat nugget ikan kembung. Mulai dari komposisi bahan hingga langkah pembuatan.

Tujuannya agar dapat diterapkan oleh keluarga sebagai alternatif menu balita yang terjangkau dan sesuai kebiasaan pangan lokal.

Intervensi ini dilakukan mahasiswa Profesi Kebidanan UMKU melalui penyuluhan berbasis digital melalui video edukasi dan demonstrasi pembuatan nugget yang disosialisasikan saat kelas balita.

“Dengan mengubah ikan menjadi nugget, diharapkan nafsu makan anak meningkat sehingga kebutuhan gizi terpenuhi,” harap Bdn. Indah.

Selain masalah gizi, lanjut Bdn. Indah, mahasiswa UMKU juga menyoroti kebiasaan hidup bersih warga Desa Jatirogo Demak. Data menunjukkan, 86% warga belum terbiasa mencuci tangan sebelum makan dan sesudah dari toilet.

Oleh karena itu, gerakan sosialisasi Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) digencarkan melalui kunjungan rumah (door-to-door), Posyandu, dan kegiatan PKK untuk mendorong Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Kegiatan ini juga mengkaji kesehatan ibu hamil, mengingat 23% ibu hamil di desa tersebut berusia risiko tinggi (35-40 tahun). Edukasi mengenai Keluarga Berencana (KB) diberikan secara intensif dalam kelas ibu hamil untuk menekan risiko kehamilan.

“Semua kegiatan ini merupakan bagian dari Praktik Komunitas Mahasiswa Profesi Kebidanan UMKU yang bertujuan memberikan asuhan kebidanan komunitas yang sesuai dengan masalah dan kearifan lokal,” tegas Bdn. Indah.

Dalam pelaksanaan semua kegiatan, UMKU mengapresiasi dukungan Pemerintah Desa Jatirogo, bidan desa, kader, serta jajaran Puskesmas yang berperan aktif memfasilitasi pelaksanaan kegiatan.

Ke depan, Bdn. Indah berharap, hasil pengkajian dan materi edukasi yang telah dikembangkan dapat menjadi bagian dari penguatan program rutin desa baik pada kelas ibu hamil, kelas balita, maupun forum pemberdayaan keluarga sehingga dampak kegiatan dapat berlanjut setelah program praktik mahasiswa berakhir. (Biro Humas-Admisi UMKU)