KUDUS — Dalam upaya menekan angka kasus Demam Berdarah Dengue (DBD), mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 31 Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) menggelar aksi nyata program pemberantasan jentik nyamuk di Desa Gondangmanis, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus. Kegiatan itu berlangsung selama dua hari, pada Rabu-Kamis, 24-25 Desember 2025.
Koordinator Desa KKN 31 UMKU, Retno Dewi Wulandari menjelaskan, kegiatan yang dilakukan meliputi pembagian Abate (serbuk pencegah perkembangbiakan nyamuk) secara gratis, pelatihan pembuatan spray antinyamuk dari sereh, hingga memberikan bibit tanaman sereh sebagai langkah preventif pencegahan DBD kepada warga.
Retno melanjutkan, pembagian abate difokuskan pada dua titik utama, yakni di wilayah Perumahan Muria Indah mencakup sekitar 50 Kepala Keluarga (KK) dan di wilayah RT 01 sampai dengan RT 03 dengan total peserta mencapai kurang lebih 165 KK.
“Kemudian kami juga membagikan bibit tanaman sereh untuk warga Desa Gondangmanis di wilayah RT 05, total ada sekitar 44 KK,” ungkap Retno.
Di samping itu, Retno melanjutkan, mahasiswa KKN UMKU juga memberikan pelatihan pembuatan spray anti nyamuk berbahan dasar sereh dengan melibatkan ibu-ibu PKK di wilayah RT 05 Desa Gondangmanis.
Mahasiswa mendemonstrasikan cara mengolah sereh menjadi spray anti nyamuk yang aman bagi keluarga dan ampuh mengusir nyamuk.
“Melalui inovasi ini, kami berharap bisa menjadi solusi ekonomis dan ramah lingkungan bagi warga setempat dalam upaya pencegahan DBD,” ujar Retno.
Inovasi serta upaya yang dilakukan mahasiswa KKN UMKU ini pun mendapat respon positif dari warga Desa Gondangmanis. Kepala Desa Gondangmanis, Susanto memberikan apresiasinya dan berterima kasih kepada tim KKN 31 UMKU.
Mengingat Desa Gondangmanis pernah menjadi salah satu daerah dengan peningkatan kasus DBD yang cukup signifikan di Kudus, Kades Gondangmanis merasa sangat terbantu dengan inovasi mahasiswa KKN UMKU ini. ujarnya.
“Terima kasih kepada mahasiswa KKN UMKU atas program kerja pencegahan DBD melalui pembagian Abate dan pemanfaatan tanaman sereh. Semoga dengan upaya kolaboratif ini, masyarakat Desa Gondangmanis bisa terhindar dari penyakit DBD dan selalu dalam keadaan sehat,” ungkap Susanto.
Ke depan Susanto berharap, langkah pencegahan DBD yang telah dimulai mahasiswa KKN UMKU bisa terus dilanjutkan oleh warga. Dengan begitu, tidak ada lagi kasus DBD yang ditemukan dan lingkungan Desa Gondangmanis selalu bersih. (Tim KKN 31 UMKU di Desa Gondangmanis/NR)