Kuliah Lapangan ke Desa Papringan, Mahasiswa UMKU Belajar Langsung Akuntansi Dana Desa

Mahasiswa prodi Akuntansi UMKU didampingi dosen Dr. Bonnix Hedy Maulana, S.E., Akt., M.Si. foto bersama pihak Desa Papringan, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus usai kuliah lapangan terkait akuntansi dana desa pada Kamis, 11 Desember 2025. (dok. Istimewa)

KUDUS — Sejumlah mahasiswa program studi (Prodi) S1 Akuntansi Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) berkesempatan belajar langsung mengenai Akuntansi Dana Desa ke Kantor Desa Papringan, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus pada Kamis, 11 Desember 2025.

Mata kuliah yang diampu oleh Dr. Bonnix Hedy Maulana, S.E., Akt., M.Si. tersebut mengajak mahasiswa UMKU mengetahui lebih jauh praktik akuntansi dana desa yang berlangsung di salah satu desa di Kabupaten Kudus.

Bonnix menjelaskan, dengan kuliah lapangan ini, mahasiswa bisa mengetahui tujuan laporan akuntansi publik, manfaatnya, prosesnya, alur, hambatan, serta tantangan yang terjadi di dalam pemerintahan desa.

“Mahasiswa jadi memiliki kesadaran bahwa pengelolaan keuangan di desa harus dilakukan secara profesional, transparan, dan akuntabel,” ungkap Bonnix.

Ia mengungkapkan, hasil kuliah lapangan ke Kantor desa dengan saat kuliah lapangan ke Kantor BPPKAD Pemkab Kudus, memiliki satu persamaan. Bahwa hasil dari pengelolaan keuangan di desa dengan pemerintah daerah semata-mata bukan untuk mencari untung saja.

“Melainkan berusaha mewujudkan kesejahteraan bagi masyarakat, baik itu di tingkat desa maupun daerah,” imbuhnya.

Bonnix melanjutkan, melalui kuliah lapangan akuntansi publik, membuat mahasiswa mendapat banyak pengetahuan di luar kampus. Semua yang pernah didiskusikan, dipresentasikan dalam kelas, mahasiswa bisa lihat langsung bagaimana praktik di lapangan.

Dari sini, Bonnix menegaskan kepada para mahasiswa, bahwa setiap lulusan S1 Akuntansi memiliki peluang besar di dunia kerja bidang akuntansi.

“Peluang kerja bukan semata-mata di perusahaan saja, keahlian mereka dalam pengelolaan keuangan juga dibutuhkan oleh desa dan pemerintah,” tegasnya.

Sebelumnya Bonnix menceritakan, kuliah lapangan pada matkul Akuntansi Publik yang diampu, sudah berjalan selama 2 tahun terakhir.

Sebelumnya, Bonnix pernah mengajak sejumlah mahasiswanya datang langsung mempelajari akuntansi dana desa di Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, hingga Desa Krandon, Kecamatan Kota, Kudus.

Termasuk mengajak mahasiswa belajar tentang akuntansi kesehatan dengan belajar langsung ke RS ‘Aisyiyah Kudus.

Ke depan, Bonnix akan mengajak mahasiswa belajar langsung akuntansi Tanggung Jawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).

Ia menegaskan bahwa akuntansi memiliki konsep sama dan selalu mengikuti konteksnya masing-masing. Ketika di bidang olahraga ada akuntansi olahraga, ada pula akuntansi keagamaan, akuntansi budaya, dan lainnya.

Selanjutnya, Bonix akan terus melanjutkan program kuliah lapangan untuk mahasiswa prodi akuntansi yang diampunya. Ia berharap, upaya tersebut mampu memberikan ilmu baru bagi mahasiswa dan memperluas mitra kampus. (NR)