Kolaborasi Mahasiswa KKN UMKU dan Puskesmas, Kembangkan SOAN untuk Desa Bebas Nyamuk

Praktik langsung mahasiswa KKN UMKU dalam memperkenalkan SOAN kepada ibu-ibu PKK di Desa Besito, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus. (dok. KKN UMKU)

KUDUS — Upaya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan penyakit berbasis lingkungan terus digalakkan di wilayah Desa Besito, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus.

Salah satu upaya yang dilakukan melalui kegiatan Sosialisasi, Pembinaan, dan Pengembangan SOAN (Sereh Organik Anti Nyamuk) yang diselenggarakan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) pada Senin, 22 Desember 2025.

Bertempat di Aula Balai Desa Besito, kegiatan ini diikuti oleh seluruh anggota PKK (Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga) Desa Besito Kudus.

Ketua Tim KKN UMKU Desa Besito, Muhammad Yazid Al Bashar mengungkapkan, dalam menggelar kegiatan ini, mahasiswa KKN UMKU berkolaborasi dengan tim kesehatan Puskesmas Gribig.

Di mana tim kesehatan Puskesmas menyampaikan materi tentang sosialisasi penyakit Cikungunya sebagai bagian dari edukasi kesehatan masyarakat.

“Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat, khususnya ibu-ibu PKK, mengenai pentingnya upaya pencegahan penyakit yang ditularkan melalui nyamuk,” kata Yazid.

Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa KKN UMKU juga memperkenalkan inovasi sederhana berbasis bahan alami yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari anti-nyamuk, yakni SOAN.

SOAN atau Sereh Organik Anti Nyamuk merupakan salah satu inovasi yang dikembangkan mahasiswa KKN UMKU bersama masyarakat Desa Besito Kudus.

“SOAN mudah dibuat, bahan yang digunakan juga ramah lingkungan dan dapat menjadi alternatif pengendalian nyamuk secara alami,” ujar Yazid.

Ia menjelaskan, dalam menyampaikan sosialisasi, kegiatan dimulai dengan penyampaian materi tentang penyakit Cikungunya oleh perwakilan Puskesmas Gribig. Baik itu terkait cara penularan, tanda dan gejala, sampai dengan langkah-langkah pencegahannya.

Kemudian dilanjutkan dengan pembinaan dan pengembangan SOAN oleh mahasiswa KKN UMKU. Pada sesi ini, peserta diberikan penjelasan mengenai manfaat sereh sebagai tanaman anti nyamuk.

Tidak hanya itu, mahasiswa KKN UMKU juga menjelaskan setiap proses pembuatan SOAN dan praktik langsung membuat SOAN. Mahasiswa juga menjelaskan cara penyimpanan SOAN, serta tips pemanfaatannya agar efektif dan aman digunakan di lingkungan rumah.

“Ibu-ibu PKK Desa Besito tampak aktif mengikuti kegiatan, mulai dari sesi pemaparan hingga diskusi. Beberapa peserta juga mengajukan pertanyaan terkait penerapan SOAN di rumah masing-masing, serta kemungkinan pengembangannya sebagai produk rumah tangga bernilai ekonomis,” ungkap Yazid.

Ia mengaku, sosialisasi yang dislenggarakan mahaiswa KKN UMKU ini mendapat respon positif ibu-ibu PKK Desa Besito yang mengikuti kegiatan.

Ke depan, Yazid dan kawan-kawan berharap ibu-ibu PKK Desa Beito bisa menjadi agen perubahan di lingkungannya masing-masing, baik dalam menyebarluaskan informasi kesehatan maupun dalam penerapan inovasi SOAN sebagai langkah preventif terhadap penyakit berbasis lingkungan. (Tim KKN UMKU Desa Besito Kudus/NR)