KKN UMKU Desa Dukuhwaringin Kenalkan Ecobrick sebagai Alternatif Olah Sampah Mandiri

Mahasiswa KKN UMKU di Desa Dukuhwaringin Kudus foto bersama ibu-ibu PKK desa setempat usai menggelar kegiatan pelatihan membuat ecobrick. (dok. Istimewa)

KUDUS — Permasalahan sampah plastik yang kian mengkhawatirkan mendorong Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) Kelompok 16 menghadirkan solusi kreatif dan berkelanjutan melalui gerakan pembuatan ecobrick di Desa Dukuhwaringin, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus.

Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, pada Jumat–Sabtu, 26–27 Desember 2025, dengan melibatkan ibu-ibu anggota Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) desa setempat.

Koordinator KKN UMKU Desa Dukuhwaringin, Anggi Dita Puspita mengungkapkan, program peduli lingkungan tersebut berangkat dari kondisi nyata yang dihadapi warga Desa Dukuhwaringin, khususnya terkait pengelolaan sampah plastik rumah tangga.

“Selama ini, sampah plastik warga dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Colo. Namun, keterbatasan kapasitas TPA yang kini sudah mengalami overload membuat warga kebingungan menentukan alternatif pembuangan sampah yang aman,” ungkap Anggi sesuai informasi yang diterimanya dari warga Desa Dukuhwaringin.

Menjawab persoalan tersebut, mahasiswa KKN UMKU menggagas pembuatan ecobrick sebagai solusi sederhana, aplikatif, dan ramah lingkungan.

Kegiatan diawali dengan aksi pengumpulan sampah plastik di sejumlah titik, seperti tepi Sungai Guono, sepanjang jalan desa, serta area warung desa tersebut. Mahasiswa juga mengajak ibu-ibu PKK mengumpulkan sampah plastik dari rumah masing-masing.

Puncak kegiatan dilaksanakan pada Sabtu pukul 13.30 WIB di Balai Desa Dukuhwaringin. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN memberikan pelatihan sekaligus praktik langsung pembuatan ecobrick dari limbah plastik yang telah dikumpulkan.

Semua peserta pun cukup antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan yang diselenggarakan oleh tim KKN UMKU.

“Sampah plastik dipadatkan ke dalam botol bekas hingga menjadi ecobrick yang kemudian dirangkai menjadi tempat sampah ramah lingkungan,” ujar Anggi.

Sementara itu, Ketua PKK Desa Dukuhwaringin, Amawati S.E., mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN UMKU yang dinilainya membawa dampak positif bagi masyarakat.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat, terutama ibu-ibu PKK. Selain menjaga kebersihan lingkungan, kami juga mendapatkan pengetahuan baru tentang pengelolaan sampah plastik yang kreatif dan bernilai guna,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut dan dikembangkan di tingkat desa. Ecobrick tidak hanya berkontribusi dalam mengurangi volume sampah plastik, tetapi juga mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan. (KKN UMKU di Desa Dukuhwaringin/NR)