Inovasi KKN UMKU di Desa Puyoh, Olah Buah Rambusa Jadi Kombucha Pencegah Hipertensi

Mahasiswa KKN UMKU saat menyosialisasikan olahan kombucha dengan bahan dasar buah rambusa di Desa Puyoh, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus. (dok. Tim KKN UMKU di Desa Puyoh)

KUDUS — Merespons tingginya kasus hipertensi di Desa Puyoh, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) kelompok 15 melaksanakan edukasi hipertensi dan pelatihan pembuatan kombucha dari buah rambusa pada Selasa, 30 Desember 2025.

Kegiatan itu pun dihadiri langsung oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN UMKU kelompok 15, Ns. Noor Eswanti, M.Kep. dan Fifi Endah Irawati, S.E., M.M., Kepala Desa Puyoh H. Wahyudi, perangkat desa, Karang Taruna, hingga sejumlah tokoh masyarakat.

Koordinator KKN Desa Puyoh, Abdulloh Ibnu Mubaroq menjelaskan, Kombucha merupakan teh fermentasi yang kaya akan probiotik. Sedangkan, buah rambusa yang selama ini kerap dianggap sebagai gulma di pekarangan, ternyata menyimpan potensi besar bagi kesehatan karena mengandung antioksidan yang cukup tinggi.

“Inovasi ini bertujuan meningkatkan kesadaran warga dalam mengendalikan hipertensi dengan mengoptimalkan potensi tanaman lokal yang selama ini terabaikan,” kata Abdulloh.

Ia melanjutkan, pemilihan buah rambusa bukan tanpa alasan. Buah dengan selaput jaring tersebut diketahui memiliki kandungan antioksidan tinggi yang berperan menangkal radikal bebas.

“Kombucha Rambusa ini adalah minuman probiotik yang selain menyehatkan pencernaan, juga mendukung upaya menjaga tekanan darah,” ujar Abdulloh.

Melalui edukasi itu pula, mahasiswa KKN UMKU ingin warga Desa Puyoh tidak hanya paham secara teori mengenai pencegahan hipertensi, tetapi juga memiliki keterampilan praktis. Di samping itu, mahasiswa juga memberikan edukasi pola hidup sehat dan senam hipertensi.

“Kami berharap, melalui inisiatif ini, menjadikan Desa Puyoh sebagai role model kemandirian kesehatan berkelanjutan yang mampu mengoptimalkan potensi lokal demi mewujudkan masyarakat yang lebih sehat,” ujar Abdulloh.

Kepala Desa Puyoh, H. Wahyudi, menyambut positif inovasi mahasiswa KKN UMKU tersebut. Menurutnya, program ini sangat sinkron dengan kebutuhan warganya yang memerlukan alternatif pengobatan herbal berbasis kearifan lokal.

“Kegiatan ini sangat membantu warga, karena menggabungkan edukasi kesehatan dengan pemanfaatan potensi tanaman lokal desa yang sebelumnya dianggap sebagai gulma, ternyata memiliki manfaat kesehatan yang cukup besar,” ungkapnya. (Tim KKN UMKU di Desa Puyoh/NR)