KUDUS — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) kelompok 18 menggelar pelatihan intensif bagi petani durian di Desa Rejosari, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus pada Jumat, 19 Desember 2025.
Koordiator Desa KKN UMKU kelompok 18, Wira Sukma Sunaryo mengungkapkan, pelatihan yang difasilitasi oleh mahasiswa KKN UMKU ini berfokus pada digitalisasi pemasaran dan standardisasi pengemasan.
“Tujuannya untuk mengangkat potensi durian lokal agar mampu bersaing di pasar nasional,” katanya.
Dalam melaksanakan kegiatannya, mahasiswa KKN UMKU memilih di rumah seorang warga bernama Rikan atau akrab disapa Om Rikan. Seseorang yang terkenal dengan buah durian hasil pertaniannya.
Di sana, mahasiswa KKN UMKU praktik langsung cara pembuatan label produk untuk memperkenalkan hasil pertanian Om Rikan. Termasuk memperkenalkan teknik pengemasan daging durian di dalam boks agar awet dan tidak berbau, serta workshop fotografi produk menggunakan ponsel.
“Rumah Om Rikan dipilih untuk memberikan simulasi nyata bagaimana sebuah UMKM yang profesional melalui media sosial,” kata Wira.
“Kami tidak hanya memberikan teori, tetapi langsung mempraktikkan cara pemberian label dan branding pada produk durian milik Om Rikan serta mencantumkan alamat Om Rikan pada Google Maps supaya mempermudah pembeli untuk mencari,” jelasnya melanjutkan.
Melalui logo dan label khusus, mahasiswa berharap bisa memudahkan pembeli ketika ingin memilih produk yang diinginkan.
Termasuk ketika mereka memperkenalkan teknik pengemasan buah durian menggunakan wadah khusus yang kedap udara, menurut Wira, inovasi itu sangat penting. Karena saat ini banyak pembeli yang ragu membawa durian dalam mobil karena baunya yang menyengat.
“Dengan kemasan baru, kini durian lebih siap dikirim ke mana saja, bahkan melalui jasa ekspedisi tanpa khawatir mengganggu kenyamanan,” ujar Wira.
Di sisi lain, mahasiswa KKN UMKU juga memberikan edukasi terkait pemasaran produk melalui media online. Para petani diajarkan cara memanfaatkan kamera ponsel untuk mengambil foto buah durian yang menggugah selera, kemudian mengunggahnya ke sosial media seperti marketplace di Facebook hingga story Whatsaap.
“Kami berharap, durian Om Rikan bisa jadi pionir pemasaran online di Desa Rejosari, sehingga ekonomi warga meningkat tanpa harus bergantung pada tengkulak,” kata Wira.
Pelatihan yang difasilitasi oleh tim KKN UMKU ini mendapat respon positif dari Om Rikan. Warga Desa Rejosari Kudus tersebut mengaku sangat terbantu dengan kehadiran para mahasiswa.
“Dulu saya hanya menunggu pembeli yang lewat depan rumah. Sekarang, dibantu adik-adik KKN, saya mulai belajar bagaimana menawarkan durian lewat HP supaya yang beli bukan cuma orang Kudus saja,” ungkapnya dengan antusias. (Tim KKN UMKU di Desa Rejoasari Kudus/NR)